Radiasi dapat menyebabkan perubahan, baik pada jumlahmaupun pada struktur kromosom, yang dikenal dengan istilah aberasi kromosom. Kerusakan struktur berupa patahnya lengan kromosom terjadi secara acak dengan peluang yang makin besar sesuai dengan meningkatnya dosis radiasi.
Aberasi kromosom yang mungkin dapat terjadi adalah 1)
fragmen asentrik yaitu terjadinya delesi atau patahnya bagian kecil atau fragmen lengan kromosom yang tidak mengandung sentromer, 2) ring atau kromosom bentuk cincin yang merupakan hasil penggabungan dua lengan yang mengalami delesi pada kromosom yang sama, 3) disentrik berupa kromosom dengan dua buah sentromer sebagai hasil peng-gabungan dua buah kromosom yang mengalami patah dan 4) translokasi yaitu terjadinya perpindahan atau pertukaran fragmen dari dua atau lebih kromosom.
Dari semua kerusakan tersebut, kromosom disentrik diyakini spesifik terjadi akibat pajanan radiasi sehingga aberasi disentrik ini digunakan secara luas sebagai dosimeter biologi dan umumnya dapat dengan mudah diamati pada sel limfosit darah tepi. Selain mudah pengambilannya, sel limfosit merupakan sel yang paling sensitif terhadap radiasi; dosis tunggal 0,2Gy sudah dapat menimbulkan aberasi kromosom yang dapatdideteksi. Frekuensi terjadinya aberasi kromosom bergantung pada jenis dan dosis radiasi yang diterima. Penentuan dosis radiasi pengion yang diterima seorang pekerja radiasi dapat ditentukan dengan menggunakan kurva standar aberasi kromosom sebagai fungsi dari jumlah disentrik per sel limfosit.
Teknik ini dapat digunakan untuk memperkirakan dosis sinar gamma/X dari 0,25 Gy sampai 6-8 Gy. Karena frekuensi kromosom disentrik dalam sel limfosit akan menurun dengan bertambahnya waktu, pemeriksaan aberasi kromosom (disentrik) sebaiknya dilakukan sesegera mungkin pasca terpajan
Dengan demikian pemeriksaan mikronuklei juga harus melalui proses pembiakan di laboratorium dan penghitungannya jauh lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan aberasi kromosom. Tetapi metode ini kurang sensitif bila dibandingkan dengan kromosom disentrik dan kebolehjadian mikronuklei secara spontan lebih besar sekitar 10-20 kali dari kromosom disentrik. Rentang dosis radiasi yang dapat dideteksi dengan rnenggunakan tehnik mikronuklei saat itu adalah antara 0,3 - 3 Gy
Gambaran Terbentuknya Sistem Golongan Darah ABO, Rh+G, Mnss
Diposting oleh wawan sp di 12.56
Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai. Transfusi darah dari golongan yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian.
ABO
Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, sebagai berikut:
• Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif.
• Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah B-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau O-negatif
• Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif.
• Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif.
Secara umum, golongan darah O adalah yang paling umum dijumpai di dunia, meskipun di beberapa negara seperti Swedia dan Norwegia, golongan darah A lebih dominan. Antigen A lebih umum dijumpai dibanding antigen B. Karena golongan darah AB memerlukan keberadaan dua antigen, A dan B, golongan darah ini adalah jenis yang paling jarang dijumpai di dunia.
Ilmuwan Austria, Karl Landsteiner, memperoleh penghargaan Nobel dalam bidang Fisiologi dan Kedokteran pada tahun 1930 untuk jasanya menemukan cara penggolongan darah ABO.
Frekuensi
Penyebaran golongan darah A, B, O dan AB bervariasi di dunia tergantung populasi atau ras. Salah satu pembelajaran menunjukkan distribusi golongan darah terhadap populasi yang berbeda-beda.
Populasi O A B AB
Suku pribumi Amerika Selatan
100% – – –
Orang Vietnam
45.0% 21.4% 29.1% 4.5%
Suku Aborigin di Australia
44.4% 55.6% – –
Orang Jerman
42.8% 41.9% 11.0% 4.2%
Suku Bengalis
22.0% 24.0% 38.2% 15.7%
Suku Saami
18.2% 54.6% 4.8% 12.4%
Pewarisan
Tabel pewarisan golongan darah kepada anak
Ibu/Ayah O A B AB
O O O, A O, B A, B
A O, A O, A O, A, B, AB A, B, AB
B O, B O, A, B, AB O, B A, B, AB
AB A, B A, B, AB A, B, AB A, B, AB
Rhesus
Jenis penggolongan darah lain yang cukup dikenal adalah dengan memanfaatkan faktor Rhesus atau faktor Rh. Nama ini diperoleh dari monyet jenis Rhesus yang diketahui memiliki faktor ini pada tahun 1940 oleh Karl Landsteiner. Seseorang yang tidak memiliki faktor Rh di permukaan sel darah merahnya memiliki golongan darah Rh-. Mereka yang memiliki faktor Rh pada permukaan sel darah merahnya disebut memiliki golongan darah Rh+. Jenis penggolongan ini seringkali digabungkan dengan penggolongan ABO. Golongan darah O+ adalah yang paling umum dijumpai, meskipun pada daerah tertentu golongan A lebih dominan, dan ada pula beberapa daerah dengan 80% populasi dengan golongan darah B.
Kecocokan faktor Rhesus amat penting karena ketidakcocokan golongan. Misalnya donor dengan Rh+ sedangkan resipiennya Rh-) dapat menyebabkan produksi antibodi terhadap antigen Rh(D) yang mengakibatkan hemolisis. Hal ini terutama terjadi pada perempuan yang pada atau di bawah usia melahirkan karena faktor Rh dapat mempengaruhi janin pada saat kehamilan.
Golongan darah lainnya
• Diego positif yang ditemukan hanya pada orang Asia Selatan dan pribumi Amerika.
• Dari sistem MNS didapat golongan darah M, N dan MN. Berguna untuk tes kesuburan.
• Duffy negatif yang ditemukan di populasi Afrika.
• Sistem Lutherans yang mendeskripsikan satu set 21 antigen.
• Dan sistem lainnya meliputi Colton, Kell, Kidd, Lewis, Landsteiner-Wiener, P, Yt atau Cartwright, XG, Scianna, Dombrock, Chido/ Rodgers, Kx, Gerbich, Cromer, Knops, Indian, Ok, Raph dan JMH.
Kecocokan golongan darah
Tabel kecocokan RBC
Gol. darah resipien Donor harus
AB+ Golongan darah manapun
AB- O- A- B- AB-
A+ O- O+ A- A+
A- O- A-
B+ O- O+ B- B+
B- O- B-
O+ O- O+
O- O-
Tabel kecocokan plasma
Resipien Donor harus
AB AB manapun
A A atau AB manapun
B B atau AB manapun
O O, A, B atau AB manapun
Menurut Landsteiner golongan darah Rh, ini termasuk keturunan (herediter) yang diatur oleh satu gen yang terdiri dari 2 alel, yaitu R dan r. R dominan terhadap r sehingga terbentuknya antigen-Rh ditentukan oleh gen dominan R. Orang Rh+ mempunyai genotip RR atau Rr, sedangkan orang Rh- mempunyai genotip rr. Wiener menyatakan bahwa golongan darah Rh ditentukan oleh satu seri alel yang terdiri dari 8 alel. Hal ini didasarkan pada kenyataan tidak semua orang Rh+ mempunyai antigen-Rh yang sama dan begitu juga dengan orang Rh-. Kedelapan alel tersebut yaitu: (1) Rh+, alel-alelnya RZ , R1 , R2 , R0 dan (2) Rh-, alel-alelnya ry, r’, r”, r
Golongan darah MNSS
Ditemukan oleh Landsteiner dan Levine ( 1927). Darah yang disuntukkan ke tubuh kelinci.
Serrum immum yang terbentuk pada kelinci digunakan untuk mentest darah seseorang. Ternyata ada 2 macam agglutinogen manusia terhadap serum tersebut, yakni m\M, go;omgan darah N hanya mengandung agglutinogen N dan golongan darah MNmempunyai campuran agglutinogen M dan N.
Genotip LmLm menghasilkan agglutinogen M, bergolong darah M.
Genotip LmLn menghasilkan agglutinogen Mdan N, bergologongan darah MN.
Genotip LnLn menghasilkan agglutinogen N, bergolongan darah N.
Dua puluh tahun kemudian ditemukan lagi agglutinogen Sdan s yang terkait dengan agglutinogen M dan N dan di wariskan sebagai satu unit, sehingga disebur MNSs.
Gen – gen membentuk system ini adalah : LmS, LnS,Lms,Lms
Jadi golongan darah adalah :
MS,Ms,Ns,Ns,Msns,MSns,dan MsNs.
*Dari sistem ''MNS'' didapat golongan darah M, N dan MN. Berguna untuk tes kesuburan.
ABO
Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, sebagai berikut:
• Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif.
• Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah B-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau O-negatif
• Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif.
• Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif.
Secara umum, golongan darah O adalah yang paling umum dijumpai di dunia, meskipun di beberapa negara seperti Swedia dan Norwegia, golongan darah A lebih dominan. Antigen A lebih umum dijumpai dibanding antigen B. Karena golongan darah AB memerlukan keberadaan dua antigen, A dan B, golongan darah ini adalah jenis yang paling jarang dijumpai di dunia.
Ilmuwan Austria, Karl Landsteiner, memperoleh penghargaan Nobel dalam bidang Fisiologi dan Kedokteran pada tahun 1930 untuk jasanya menemukan cara penggolongan darah ABO.
Frekuensi
Penyebaran golongan darah A, B, O dan AB bervariasi di dunia tergantung populasi atau ras. Salah satu pembelajaran menunjukkan distribusi golongan darah terhadap populasi yang berbeda-beda.
Populasi O A B AB
Suku pribumi Amerika Selatan
100% – – –
Orang Vietnam
45.0% 21.4% 29.1% 4.5%
Suku Aborigin di Australia
44.4% 55.6% – –
Orang Jerman
42.8% 41.9% 11.0% 4.2%
Suku Bengalis
22.0% 24.0% 38.2% 15.7%
Suku Saami
18.2% 54.6% 4.8% 12.4%
Pewarisan
Tabel pewarisan golongan darah kepada anak
Ibu/Ayah O A B AB
O O O, A O, B A, B
A O, A O, A O, A, B, AB A, B, AB
B O, B O, A, B, AB O, B A, B, AB
AB A, B A, B, AB A, B, AB A, B, AB
Rhesus
Jenis penggolongan darah lain yang cukup dikenal adalah dengan memanfaatkan faktor Rhesus atau faktor Rh. Nama ini diperoleh dari monyet jenis Rhesus yang diketahui memiliki faktor ini pada tahun 1940 oleh Karl Landsteiner. Seseorang yang tidak memiliki faktor Rh di permukaan sel darah merahnya memiliki golongan darah Rh-. Mereka yang memiliki faktor Rh pada permukaan sel darah merahnya disebut memiliki golongan darah Rh+. Jenis penggolongan ini seringkali digabungkan dengan penggolongan ABO. Golongan darah O+ adalah yang paling umum dijumpai, meskipun pada daerah tertentu golongan A lebih dominan, dan ada pula beberapa daerah dengan 80% populasi dengan golongan darah B.
Kecocokan faktor Rhesus amat penting karena ketidakcocokan golongan. Misalnya donor dengan Rh+ sedangkan resipiennya Rh-) dapat menyebabkan produksi antibodi terhadap antigen Rh(D) yang mengakibatkan hemolisis. Hal ini terutama terjadi pada perempuan yang pada atau di bawah usia melahirkan karena faktor Rh dapat mempengaruhi janin pada saat kehamilan.
Golongan darah lainnya
• Diego positif yang ditemukan hanya pada orang Asia Selatan dan pribumi Amerika.
• Dari sistem MNS didapat golongan darah M, N dan MN. Berguna untuk tes kesuburan.
• Duffy negatif yang ditemukan di populasi Afrika.
• Sistem Lutherans yang mendeskripsikan satu set 21 antigen.
• Dan sistem lainnya meliputi Colton, Kell, Kidd, Lewis, Landsteiner-Wiener, P, Yt atau Cartwright, XG, Scianna, Dombrock, Chido/ Rodgers, Kx, Gerbich, Cromer, Knops, Indian, Ok, Raph dan JMH.
Kecocokan golongan darah
Tabel kecocokan RBC
Gol. darah resipien Donor harus
AB+ Golongan darah manapun
AB- O- A- B- AB-
A+ O- O+ A- A+
A- O- A-
B+ O- O+ B- B+
B- O- B-
O+ O- O+
O- O-
Tabel kecocokan plasma
Resipien Donor harus
AB AB manapun
A A atau AB manapun
B B atau AB manapun
O O, A, B atau AB manapun
Menurut Landsteiner golongan darah Rh, ini termasuk keturunan (herediter) yang diatur oleh satu gen yang terdiri dari 2 alel, yaitu R dan r. R dominan terhadap r sehingga terbentuknya antigen-Rh ditentukan oleh gen dominan R. Orang Rh+ mempunyai genotip RR atau Rr, sedangkan orang Rh- mempunyai genotip rr. Wiener menyatakan bahwa golongan darah Rh ditentukan oleh satu seri alel yang terdiri dari 8 alel. Hal ini didasarkan pada kenyataan tidak semua orang Rh+ mempunyai antigen-Rh yang sama dan begitu juga dengan orang Rh-. Kedelapan alel tersebut yaitu: (1) Rh+, alel-alelnya RZ , R1 , R2 , R0 dan (2) Rh-, alel-alelnya ry, r’, r”, r
Golongan darah MNSS
Ditemukan oleh Landsteiner dan Levine ( 1927). Darah yang disuntukkan ke tubuh kelinci.
Serrum immum yang terbentuk pada kelinci digunakan untuk mentest darah seseorang. Ternyata ada 2 macam agglutinogen manusia terhadap serum tersebut, yakni m\M, go;omgan darah N hanya mengandung agglutinogen N dan golongan darah MNmempunyai campuran agglutinogen M dan N.
Genotip LmLm menghasilkan agglutinogen M, bergolong darah M.
Genotip LmLn menghasilkan agglutinogen Mdan N, bergologongan darah MN.
Genotip LnLn menghasilkan agglutinogen N, bergolongan darah N.
Dua puluh tahun kemudian ditemukan lagi agglutinogen Sdan s yang terkait dengan agglutinogen M dan N dan di wariskan sebagai satu unit, sehingga disebur MNSs.
Gen – gen membentuk system ini adalah : LmS, LnS,Lms,Lms
Jadi golongan darah adalah :
MS,Ms,Ns,Ns,Msns,MSns,dan MsNs.
*Dari sistem ''MNS'' didapat golongan darah M, N dan MN. Berguna untuk tes kesuburan.
IBU DAN KEHAMILANNYA
Diposting oleh wawan sp di 10.37
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Setiap wanita yang dalam keadaan normal akan mengalami yang namanya hamil, mangandung dan melahirkan. Kehamilan merupakan suatu keadaan yang fisiologis dan merupakan suatu proses reproduksi yang perlu perawatan khusus agar dapat berlangsung dengan baik. Kehamilan bukan saja mencakup kehidupan ibu., tapi juga janinnya. Resiko pada kehamilan pada dasarnya bersifat dinamis artinya ibu hamil bisa saja pada mulanya normal tetapi secara tiba-tiba dapat beresiko tinggi.
Disamping itu, kehamilan ( masa antenetal ) juga akan mengakibatkan sebagai macam perubahan di dalam diri ibu hamil itu sendiri, sehingga akan menimbulkan berbagai macam keluhan yang di rasakan oleh ibu hamil, serta masih banyak lagi hal hal yang dapat di jumpai di dalam diri ibu hamil.
Pada kehamilan terdapat 3 tahap atu biasa di sebut trimester kehamilan dimana pada trimester pertama menjelaskan hal hal apa saja yang harus dilakukan dalam menjalani awal masa kehamilan dan menjelaskan berbagai perubahan perubahan yang terjadi pada diri ibu hamil, selain itu, pola makanan biasanya bertambah dan lebih sensitif terhadap situasi dan kondisi sekitarnya. Trimester lepas dari minggu ke-12 sampai usia kehamilannya 28 minggu. Pada trimester ini tidak sama lagi dengan trimester pertama, pertama pada tahap ini badan semakin bertambah karena perkembangan yang terjadi pada janin dan berbagai hal di dalam tubuh ibu, serta nafsu makan yang cenderung meningkat, maka pada saat ini pertambahan
berat badan mulai telihat signifikan. Apalagi mengingat semakin berkurangnya
aktifitas fisik, tetapi ini justru harus terjadi karena jika tidak, berarti janin dalam kandungan ibu yang sedang hamil tidak berkembang dengan baik. Dan yang terakhir adalah trimester ketiga yaitu perubahan pada ibu yang bisa membuat terjadi gejolak perasaan, bila disebabkan oleh faktor ketidaknyamanan fisik maupun mental, sehingga membuat para ibu menjadi stres. Perasaan untuk segera melahirkan begitu kuat, rasanya seperti ingin cepat cepat menyelesaikan semuanya dan bertemu dengan bayinya.
B. Tujuan
1. Untuk saling bertukar fikiran mengenai pengalaman yang di dapat di lahan praktek.
2. Untuk mencari dan menemukan jalan keluar ( solusi ) dari satu masalah yang terjadi.
3. Mengumpulkan dan menyelesaikan masalah untuk mencapai suatu tujua yang diharapkan bersama.
4. Dapat menganalisa dan mengiterprestasikan data untuk menegakkan diagnosa/masalah aktual.
BAB II
A. Tinjauan Tentang Kehamilan Normal
1. Pengertian
Kehamilan normal adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterne mulai sejak konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari /40 minggu atau 10 bulan,tambah 7 hari bulan kalender di hitung dari hari pertama haid terakhir. Menurut (wikjosastro, hanifa, yayasan bina pustaka sarwono prawirohardjo, 2002,hal 125 )
2. Batasan Kehamilan.
Masa kehamilan di mulai dari konsepsi sampai lahirnya janin dengan perhitungan berikut.:
a. Kehamilan 0-20 minggu disebut abortus
b. Kehamilan 21-28 minggu disebut kehamilan immature
c. Kehamilan 29-36 minggu disebut kehamilan premature
d. kehamilan 376-42 minggu disebut kehamilan mature
e. kehamilan > 42 minggu disebut kehamilan post mature
Ditinjau dari tuanya kehamilan, kehamilan dibagi tiga bagian :
a. kehamilan triwulan pertama antara 0-12 minggu
b. kehamilan triwullankeduan antara 13-27 minggu
c. kehamilan triwulan ketiga antara 28-40 minggu.
Menurut ( wikjasastro, hanifa, yayasan bina pustaka sarwono prawirohardjo, 2002, hal 125 )
3. Proses Kehamilan
Proses kehamilan merupakan m,ata rantai yang berkesinambungan yang terdiri dari :
# ovulasi yaitu pelepasan ovum
# Terjadi fertilisasi antara spematozoa dengan ovum
# terjadi konsepsi dan pertumbuhan zigot
# terjadi nidasi (implantasi) pada uterus
# pembentukan plasenta
# tumbuh kembang hasil konsepsi sampai atrem
4. Perubahan Fisiologi pada kehamilannya
Pada kehamilan terdapat perubahan pada seluruh tubuh wanita, khususnya pada alat genitalia interna dan eksterna dan pada payudara. Perubahan yang terdapat pada wanita hamil antara lain:
A.Uterus
Ukuaran : Untuk akomodasi pertumbuhan janin, rahim membesar akibat hipertrofyi hiperlasi otot poros rahim, serabut serabut kolagennya menjadi higroskopik. Endometrium menjadi desidua, ukuran pada kehamilan cukup bulan : 30 x 25 x 20 cm dengan kapasitas lebih dari 4000 cc
Berat : Berat uterus naik secara luar biasa, dari 30 gram menjadi 1000 gram pada akhir kehamilan (40 pekan )
Bentuk konsistensi : Pada bulan bulan pertama kehamila, bentuk rahim seperti buah alpukat, pada kehamilan 4 bulan berbentuk bulat, dan akhir kehamilan
seperti bujur telur. Rahim yang tidak hamil kira-kira sebesar telur ayam, pada
kehamilan 2 bulan sebesar telur bebek, dan kehamilan 3 bulan sebesar telur angsa. Pada minggu pertama, isthmus rahim mengadakan hipertrofidan bertambah apnjang, sehingga bila diraba terasa lebih lunak (soft), disebut tanda hegar. Pada kehamilan 5 bulan,rahim teraba seperti berisi cairan ketuban, dinding rahim terasa tipis, karena itu bagian-bagian janin dapat dirubah melalui melalui dinding perut dan dinding rahim.
Posisi rahim dalam kehamilannya.
Pada permulaan kehamilan,.Dalam letak antefleksi atau retrofleksi
pada 4 bulan kehamilan, rahim tetap berada dalam rongga pelvis
setelah itu , mulai memasuki rongga perut yang dalam pembesarannya dapat mencapai batas hati
Rahim yang hamil bisanya mobil, lebih mengisi rongga abdomen kanan atau kirivaskulariasi: Aa. Uterina dan aa.ovarika bertambah dalam diameter panjang, dan anak-anak cabangnya. Pembulu darah balik (vena) mengembang dan bertambah.
Serviks uteri : Serviks bertambah vaskulariasasinya dan menjadi lunak ( soft ) disebut tanda goodnell. Kelenjar endoservikal membesar dan mengeluarkan banyak cairan mukus. Karena pertambahan dan pelebaran
pembuluh darah, warnanya menjadi livid, dan ini di sebut tanda chadwick.
B. OVARIUM ( INDUNG TELUR )
Ovulasi terhenti
Masih terdapat korpus leteum graviditas sampai terbentuknya uri yang mengambil alih pengeluaran estrogen dan progesteron.
C. Vagina dan Vulva
Karena pengaruh estrogen terjadi perubahan pada vagina dan vulva. Akibat hiperrvaskularissi, vagina dan vulva terlihat lebih merah atau kebiruan. Warna livid pada vagina dan portio serviks disebut tanda Chadwick.
D. Dinding perut
Pembesaran rahim menimbulkan peregangan dan menyebabkan robeknya serabut elastik di bawah kulit, sehingga timbul striae gravidarum. Bila terjadi peregangan yang hebat, misalnya pada hidramnion dan kehamilan ganda, dapat tejadi diastasis rekti bahkan hernia. Kulit perut pada linea alba bertambah pigmentasinya dan di sebut linea nigra.
E. Sistem Sirkulasi Darah
Volume darah : Volume darah total dan volume plasma darah naik pesat sejak akhir trimester pertama. Volumedarah akan bertambah banyak, kira kira 25%, dengan puncaknya pada kehamilan 32 minggu, diikuti curah jantung ( cardiac output ) yang meningkat sebanyak kurang lebih 30%. Akibat homodulusi yang mulai jelas kelihatan pada kehamilan 4 bulan, ibu yang menderita penyakit jantung dapat jatuh pada dekopensai kordis.
Kenaikan plasma darah dapat mencapai 40% saat mendekati cukup bulan.
Protein darah : Gambaran protein dalam serum berubah jumlah protein albumin dan gamaglubin menurun dalam triwulan pertama dan meningkat secara bertahap pada akhir kehamilan. Beta-globulin dan fibrinogen terus meningkat.
Hitung jenis dan hemoglobin : Hematorit cenderung menurun karena kenaikan relatif plasma darah. Jumlah eritrosit cenderung menigkat untuk
memenuhi kebutuhan transpor O2 yang sangat diperlukan selama kehamilan. Konsentrasi Hb terlihat menurun, walapun sebenarnya lebih besar dibandingkan Hb orang yang meningkat. Dalam kehamilan, leukosit menigkat sampai 10.000/cc, begitu pula dengan produksi trombosit.
Nadi dan tekanan darah : terakhir darah arteri cenderung menurun terutama selama trimester kedua, dan kemudian akan naik lagi seperti pada pra-hamil. Tekanan vena dalam batas batas normal pada ekstremitasatas dan bawah, cenderung naik setelah akhir trimester pertam. Nadi biasanya naik, nilai rata ratanya 84 per menit.
Jantung : Pompa jantung mulai naik kira kira 30% setslah kehamilan 3 bulan dan menurun lagi pada minggu minggu terakhir kehamilan. Elektro-kardigram kadang kala memperlihatkan deviasi aksis ke kiri.
F. Sistem Pernapasan
Wanita hamil kadang kadang mengeluh sesak dan pendek napas. Hal ini di sebabkan oleh usus yang tertekan ke arah diafragma akibat pembesaran rahim.
Kapasitas vital perlu meningkat sedikit selama hamil. Seorang wanita hamil selalu bernapas lebih dalam. Yang lebih menonjol adalah pernapasan dada.
G. Sistem pencernaan (Traktus Digestifus )
Salivasi meningkat dan pada trimester pertama mengeluh mual dan muntah. Tonus otot otot saluran pencernaan melemah sehingga motilitas dan makanan akan lebih lama berada dalam saluran makanan. Resorbsi makanan baik, namun akan menimbulkan obstipasi. Gejala muntah ( emesis gravidarum ) sering terjadi, biasanya pada pagi hari, disebut sakit pagi ( morning sickness).
H. Perubahan pada kulit
Pada kulit tertentu terjadi hiperpigmentasi :
muka : disebut masker kehamilan (chloasma gravidu )
payudara : putting susu dan areola payudara
perut linea nigra striae
vulva
I. Payudara (Mammae)
Selama kehamilan ,payudara bertambah besar, tegang dan berat. Dapat teraba noduli noduli, akibat hipertrofi kelenjar alveoli : bayangan vena-vena lebih membiru. Hiperpigmentasi pada puting susu dan areola payudara. Kalau diperas keluar air susu jolong (kolostrum) berwarna kuning
J. Metabolisme
Umumnya, kelamin mempunyai efek pada metabolisme, karena itu wanita hamil perlu mendapat makanan yang bergizi dan dalam kondisi sehat.
1) Tingkat metabolik basal (basal metabolic rate, BMR) pada wanita hamil meninggi hingga menjadi 15-20%.terutama pada trimester akhir.
2) keseimbangan asam- alkali (acic-base balance) sedikit mengalami perubahan
konsentrasi alkali :
wanita tidak hamil :155mEq/liter
wanita hamil :145mEq/liter
natrium serum : turun dari 142 menjadi 135mEq/liter
bikarbonat plasama : turun dari:25 menjadi 22mEq/liter
3) Dibutuhkan protein yang banyak untuk perkembanga fenus, alat kandungan payudara, dan badan ibu, serta laktasi.
4) Hidrat arang : seorang wanita hamil sering merasa haus, nafsu makan megigatkan kita kepada diabetes melitus. Dalam kehamilan, pengaruh kelenjar endokrin agak ,seperti somatomamotropin, plasma insulin,dan hormon hormon adrenal 17 ketosteroid. Untuk rekomendasi, harus diperhatikan sungguh sunggu hasil GT intravena .
5) Metabolisme lemak juga terjadi kadar kolestrol meningkat sampai 350 mg atau lebih dari 100cc .hormon somatomamotropin mempunyai peranan dalam pembentukan lemak payudara. Deposito lemak lainnya terdapat di badan, perut, paha, dan lengan .
6) Metabolisme mineral :
Kalsium : dibutuhkan rata rata 1,5 gram sehari sedangkan untuk pembentukan tulang tulang terutama dalam trimester terakhir dibutuhkan 30-40 gram..
Fosfot : dibutuhkan tambahan zat besi +800 mg atau 30-50 mg sehari .
Zat besi : dibutuhkan zat besi + 800 mg atau 30-50 mg per hari
Air : wanita hamil cendrung mengalami retensi air.
7) Berat badan wanita hamil akan naik sekitar 6,5 -16,5 kg .kenaikan berat
badan yang terlalu banyak ditemukan pada keracunan hamil (prelamasidan eklamasi).
Kenaikan berat badan wanita hamil disebabkan oleh :
Janin,uri, air ketuban, uterus
Payudara, kenaikan volume darah, lemak, protein, dan retensi air.
8) Kebutuhan kalori meningkat selama kehamilan dan laktasi.kalori yang dibutuhkan untuk ini terutama diperoleh dari pembakaran zat arang, khususnya sesudah kehamilan 5 bulan ke atas. Namun bila dibutuhkan, dipakai lemak ibu untu mendapatkan tambahan kalori.
9) Wanita hamil memerlukan makanan yang bergizi dan harus mengandung banyak protein. Di Indonesia masih banyak dijumpai penderita defisiensi zat dan vitamin B, oleh karena itu wanita hamil harus diberikan Fe dan roboransia yang berisi mineral dan vitamin .
Perubahan Psikologis dalam kehamilan
Perubahan psikologis dan emosional yang sering terjadi adalah sebagai berikut :
A.Trimester pertama.
Segara setelah konsepsi kadar hormon progestron dan estrogen dalam tubuh akan meningkat dan ini manyebabkan mual dan muntah pada pagi hari, lemah, dan membesarkan payudara .
Ibu merasa tidak sehat dan sering kali membenci kehamilannya. Banyak ibu merasakan kekecewaan, penolakan, kecemasan dan kesedihan. Sering kali biasanya kehamilannya, ibu berharap tidak hamil .
Seorang ibu akan hamil mencari tanda_tanda untuk lebih meyakinkan bahwa dirinya memang hamil .Setiap perubahan yang terjadi pada tubuhnya kan selalu diperhatikan dengan seksama. Karena perutnya masih kecil, kehamilan merupakan rahasia seorang ibu yang mungkin diberitahukanya kepada orang lain atau dirahasiakannya
Hasrat untuk melakukan hubungan seks pada wanita berbeda beda Walaupun beberapa wanita mengalami gairah seks yang lebih tinggi, namun kebanyakan dari mereka justru mengalami penurunan libido selama priode ini .Keadaan ini menciptakan kebutuhan untuk berkomunikasi secara terbuka dan jujur kepada suami. Banyak wanita merasa butuh untuk dicintai dan disayangi tanpa berhubungan seks
Reaksi pertama seorang pria ketika mengatahui bahwa dirinya akan menjadi seorang ayah adalah timbulnya kebangganatas kemampuannya mempunyai keturunan bercampur dengan keperihatinan dengan kesiapannya menjadi seorang ayah, mungkin akan sangat memperhatikan keadaan istrinya yang sedang hamil dan menghindari hubungan seks karena takut mencedarai bayinya. Adapula pria yang hasrat seksnya terhadap wanita hamil relatif lebih besar. Disamping itu respon yang diperhatikannya, seorang ayah perlu dapat memahami keadaan ini dan menerimanya
B.Trimester kedua
Trimester kedua biasanya ibu merasa lebih sehat. Tubuh ibu sudah terbiasa dengan kadar hormon yang lebih tinggi. Perut ibu belum terasa lebih besar sehingga belum dirasakan sebagai beban. Ibu sudah menerima
kehamilannya dan mulai dapat menggunakan energi dan pikirannya secara lebih jernih. Ibu dapat merasakan gerakan janinnya, mulai dapat merasakan bayinya sebagai seorang diluar dan dirinya sendiri. Banyak ibu merasa terlepes dari rasa kecemasan dan rasa tidak nyaman seperti yang dirasakan pada trimester pertama dan merasakan meningkatnya libido
C.Trimister ketiga
Trimister ketiga sering kali disebut priode menunggu dan waspada sebab pada saat itu ibu merasa tidak sabar menungguh kelahiran bayinya. Gerakan janin dan besarnya perut merupakan dua hal yang meningkatkan ibu akan bayinya. Kadang kadang ibu merasa khawatir bahwa bayinya akan lahir sewaktu waktu. Ini menyebabkan ibu meningkatkan kewaspadaan akan timbulnya tanda dan gejala persalinan. Ibu sering kali merasa khawatir dan takut kalau kalau bayinya akan lahir tidak normal. Kebanyakan ibu juga akan bersikap melindungi janinnya dan menghindari orang atau benda apa saja yang membahayakan janinya. Seorang ibu mungkin mulai merasa takut dan akan rasa sakit dan bahaya fisik yang timbul pada waktu melahirkan .
Rasa tidak nyaman akan muncul kembali pada trimister ketiga dan banyak ibu merasa dirinya aneh dan jelek. Disamping itu ibu merasa sedih karena akan berpisah dengan janinya dan kehilangan perhatiaan khusus yang diterima selama hamil. Pada trimester inilah memerlukan informasi
dan dukungan dari suami, keluarga, dan bidan .
Trimister ketiga adalah saat persiapan aktif untuk kelahiran bayi yang akan dilahirkan dan bagaimana rupanya. Mungkin juga nama bayi yang akan
dilahirkan sudah dipilih .
Trimister ketiga adalah persiapan aktif untuk kelahiran bayi dan menjadi orang tua. Keluarga mulai menduga duga tentang jenis kelamin bayinya dan akan mirip siapa, bahkan mereka mungkin juga sudah memilih nama untuk bayinya.
B.Tinjauan Tentang Ante Care
1.Pengertian
Ante natal care adalah pemeriksaan kehamilan yang dilakukan untuk memantau keadaan ibu dan janin secara berkala yang diikuti denga upaya korelasi terhadap penyimpang yang ditemukan.
2.Tujuan
a.Memantau perkembangan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan janin.
b.meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, dan sosial serta janin.
c.mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum dan kebidanan
d.mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat, ibu
maupun bayi dengan trauma, seminimal mungkin.
e. mempersiapkan ibi agar masa nifas berjalan normal dan memberi ASI ekslusif.
f. mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh dan berkembang secara normal.
3.Kebijakan program
a.Kunjungan ante natal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama hamil yaitu:
1) 1 kali pada triwulan pertama
2) 1 kali pada triwulan kedua
3) 2 kali pada triwulan ketiga
b.Pelayanan/asuhan standar minimal termasuk 7 T
1) Timbang berat badan.
2) Ukur tekanan darah.
3) Ukur tinggi fundus uteri.
4) Pemberian imunisasi TT lengkap.
5) Pemberian tablet zat besi.
6) Tes penyakit menular seksual.
7) Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan.
4. Komponen Asuhan Antenatal
Informasi yang perlu didapat pada kunjungan Antenatal Care:
A. Trimester 1 sebelum minggu ke 14
Informasi penting:
Membangun hubungan saling percaya antara petungas kesehatan dan ibu hamil
Mendeteksi masalah dan menanganinya .
Melakukan tindakan pencegahan seperti tetanus neoneturum ,anemia dan pengunaan praktik tradisional yang merugikan .
Memulai persiapan kelahiran bayidan kesiapan untuk menghadapinya
Mendorong prilaku yang sehat (gizi, istirahat dan sebagainya ).
B. Trimester 11 sebelum minggu ke 28
Informasi penting
1.Sama dengan kunjungan trimester 1
2.Ditambah kewaspadaan khusus mengenai prelamasi
C. Trimester 11 antara minggu 28 36
1. Sama dengan kunjungan trimester 1 dan 11
2. Ditambah palpasi abdomen untuk mengatahui apakah ada kehamilan ganda
D. Trimester 111 setelah minggu 36
1.Sama dengan kunjungan 1,11,111.
2.Ditambah deteksi letak bayi yang tidak normal atau kondisi lain yang memerlukan kelahiran di rumah sakit .
5. Asuhan Masa Kehamilan Pada Kunjungan Awal
a. Melakukan anam nesis (Pengambilan riwayat kesehatan)
isi dari anamnesis pada kunjungan Antenatal pertama
Setiap wanita dan setiap kehamilan merupakan hal yang unik.Tidak ada dua kehamilan yang sama. namun demikian setiap kehamilan berada dalam resiko komplik yang membahayakan jiwa ibu.
Maksud dari Anamnesia:
Mendeteksi komplikasi
Menyiapkan kelahiran
Dengan mepelajari
Keadaan kehamilan ibu sekarang
Kehamilan dan kelahiran terdahulu
Kesehatan umum
Kondisi sosial ekonomi
b. Menghitung tanggal perkiraan persalinan
Rumus Neagle Berdasarkan tanggal HPHT
Tanggal HPHT=7 hari .
Bulan 3(bulan Aprils.d.Desember dan tahun +1)
Bulan 9(bulan januari s.d maret dan tahun tetap)
c. Menghitung umur kehamilan (masa gestasi)
■ Masa gestasi dalam bulan bulan sabit/sabit lunar(28 hari).
TFU (cm)x2/7 normal masa getasi 10bulan.
Contoh : TFU 24 cm
masa getasi ( bulan) = 24 cm x 2/7 = 48/7 = 6,8 bulan = 7 bulan
■ Mas gestasi dalam minggu.
TFU (cm) x 8/7 Normal masa gestasi 40 minggu
contoh : TFU 24 cm Masa gestasi ( munggu ) = 24 cm x 8/7 = 192/7 22 minggu
d.Pemeriksaan fisik dan laboratorium
Maksud dari pemeriksaan fisik dan tes laboratorium adalah :
Untuk mendeteksi komplikasi kehamilan dan persalinan.
Bukti di seluruh dunia bahwa pemeriksaan fisik dan tes laboratorium
untuk mengurangi kematian ibu dan bayi dengan upaya bahwa bidan harus meluangkan waktunya untuk pemeriksaan yang terbukti bermanfaat bagi kesehatan ibu dan bayi
6. Asuhan Masa Hamil Pada Kunjungan Ulang
Kunjungan ulang yaitu setiap kali kunjungan Antenatal yang di lakukan pada Antenatal pertama. Ingat wanita hamil sebaiknya melakukan minimal 4 kali kunjungan Antenetal selama hamil.
Karena riwayat dan pemeriksaan fisik telah lengkap pada kunjungan Antenatal pertama, maka kunjungan ulang di fokuskan pada :
Pendeteksian komplikasi kehamilan
mempersiapkan kehamilan
Kesiapan menghadapi kegawat daruratan
Pemeriksaan fisik trfokus pada pendidikan/konseling kesehatan.
C.Proses Manajemen Kebidanan
1. Pengertian Manajemen Kebidanan
Manajemen kebidanan adlah suatu proses pikir seorang bidan yang di tuangkan kedalam asuhan kebidanan dengan pendekatan problem solves/pemecahan masalah yang di organisir secara sistematis, logis,
dinamis dan berkesinambungan melalui langkah langkah pengkajian, identifikasi diagnosa/ masalah aktual dan potensial, tindakan, pelaksanaan dan evaluasi ( Varney, 1997 ).
2. Sasaran Asuhan Kebidanan manusia :
- Wanita
- Ibu
- Bayi
- Balita * sehat
* terancam sakit
- kurang mampu
- kurang pengetahauan
- kurang kemauan
- kurang kekuatan
3. Langkah Langkah manajemen Kebidanan
Menurut Varneys., proses manajemen kebidanan ini terdiri dari 7 langkah yaitu :
Langkaah 1. Identifikasi Dan Analisa Data Dasar
Adalah pengumpulan data yang lengkap dari klien, data ini termasuk riwayat klien baik keadaan sekarang maupun keadaan kesehatan yang lalu termasuk juga keadaan keluarga, pemeriksaan fisik dan indikasidari keadaan sekarang serta pemeriksaan laboratorium. Semua informasi saling terkait dari semua sumber adalah menyangkut atau berhubungan dengan kondisi klien.
Langkah 2. Merumuskan Diagnosa / Masalah Aktual
Step ini dikembangkan dari interpretasi dan menjadi identifikasi
spesifikmengenai masalah atau diagnosa. Maslah lebih sering berhubungan dengan apa yang dialami pasien dari diagnosa yang telah ditetapkan dan sering diidentifikasi oleh bidan dengan berfokus pada apa yang telah dikemukakan oleh klien cesara indifidu.
Langkah 3. Merumuskan Diagnosa / Masalah Potensial
Identifikasi adanya diagnosa masalah potensial lain dari diagnosa atau masalah sekarang, adalah merupakan urusan antisipasi atau pencegahan jika memungkinkan, menunggu dan waspada serta persiapan segala sesuatu yang dapat terjadi. Pada step ini sangat penting dalam memberikan perawatan selanjutnya.
Langkah 4. Tindakan Segera Dan Kolaborasi
Menggambarkan sifat proses manajemen secara terus menerus yang tidak terbatas pada pemberi pelayanan dasar dan kunjungan Antanetal secara periodik, tetapi juga pada saat persalinan. Data yang diperoleh tetap dievaluasi dimana bidan harus bertindak segera dalam rangka menyelamatkan keadaan darurat tetapi boleh memerlukan kolaborasi dokter / manajemen kolaborasi.
Langkah 5. Rencana Tindakan
Pengembangan suatu rencana tindakan yang komprehensif, ditentukan berdasarkan langkah sebelumnya. Suatu rencana tindakan konprehensif
tidak hanya termasuk indikasi apa yang timbul berdasarkan kondisi klien dan masalah yang berhubungan dengan kondisi tersebut, tetapi
bimbingan yang lebih dahulu yang di berikan kepada ibu terhadap apa
yang di harapkan oleh pasien selanjutnya. Agar evektif suatu rencana seharusnya disetujui bersama.
Langkah 6. Implementasi
Pada step ini dilaksanakan rencana tindakan, hal ini mungkin dapat dilaksanakan sendiri oleh pasien, bidan atau tim kesehatan lainnya. Meskipun didalam situasi dimana kebidanan melakukan kolaborasi atau emergensi dengan tim kesehatan lainnya, maka bidan juga harus mengetahui tindakan tersebut. Implementasi yang efektif akan dapat mengurangi biaya perawatan dan peningkatan kualitas pelayanan.
Langkah 7. Evaluasi Asuhan Kebidanan.
Evaluasi pada dasarnya adalah cara untuk mengetahui apakah rencana yang telah direncanakan sudah memenuhi kebutuhan pasien yang sesuai dengan yang diidentifikasi pada tahap penentuandiagnosa atau masalah, rencana dikatakan berhasil bila telah dilaksanakan oleh klien atau sebagian yang dilaksanakan maupun yang tidak dilaksanakan.
4. Dokumentasi Asuhan Kebidana
a.Dokumentasi SOAP
Metode dokumentasi SOAP merupakan intisari dari proses manajemen kebidanan yang menggambarkan klien ( progress note ), dalam rekam medis dalam pengertian :
S ( Subyektif ) adalah yang disampaikan oleh kliean kepada pemeriksa.
O ( Obyekyif ) adalah yang ditemukan baik melalui apa yang dilihat,
diraba ataupun dirasakan oleh pemeriksa.
A ( Assemen/Analisis ) adalah kesimpulan pemeriksa berdasarkan dari subyektif dan obyektif serta hasil pemeriksaan laboretorium.
P ( Planning ) adalah penata laksanaan asuha, apa yang dilakukan dan dievaluasi berdasarkan assemen/analisis sebelumnya.
b.Penggunaan Dokumentasi SOAP
Catatan SOAP digunakan sebagai salah satu metode dokumentasi asuhan kebidanan karena merupakan :
1. Kemajuan informasi yang sistematis yang nengorganisir penemuan dan kesimpulan menjadi rencana asuhan.
2. Intisari dari langkah langkah dalam prises manajemen kebidanan
3. Memfasilitasi berbagai informasi diantara pemberi asuhan.
4. Dapat di gunakan sebagai data Nasional, keprluan riset, statistik morbiditas dan mobilitas.
5. Meningkatkan penberian asuhan yang aman dan berkualitas.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Setiap wanita yang dalam keadaan normal akan mengalami yang namanya hamil, mangandung dan melahirkan. Kehamilan merupakan suatu keadaan yang fisiologis dan merupakan suatu proses reproduksi yang perlu perawatan khusus agar dapat berlangsung dengan baik. Kehamilan bukan saja mencakup kehidupan ibu., tapi juga janinnya. Resiko pada kehamilan pada dasarnya bersifat dinamis artinya ibu hamil bisa saja pada mulanya normal tetapi secara tiba-tiba dapat beresiko tinggi.
Disamping itu, kehamilan ( masa antenetal ) juga akan mengakibatkan sebagai macam perubahan di dalam diri ibu hamil itu sendiri, sehingga akan menimbulkan berbagai macam keluhan yang di rasakan oleh ibu hamil, serta masih banyak lagi hal hal yang dapat di jumpai di dalam diri ibu hamil.
Pada kehamilan terdapat 3 tahap atu biasa di sebut trimester kehamilan dimana pada trimester pertama menjelaskan hal hal apa saja yang harus dilakukan dalam menjalani awal masa kehamilan dan menjelaskan berbagai perubahan perubahan yang terjadi pada diri ibu hamil, selain itu, pola makanan biasanya bertambah dan lebih sensitif terhadap situasi dan kondisi sekitarnya. Trimester lepas dari minggu ke-12 sampai usia kehamilannya 28 minggu. Pada trimester ini tidak sama lagi dengan trimester pertama, pertama pada tahap ini badan semakin bertambah karena perkembangan yang terjadi pada janin dan berbagai hal di dalam tubuh ibu, serta nafsu makan yang cenderung meningkat, maka pada saat ini pertambahan
berat badan mulai telihat signifikan. Apalagi mengingat semakin berkurangnya
aktifitas fisik, tetapi ini justru harus terjadi karena jika tidak, berarti janin dalam kandungan ibu yang sedang hamil tidak berkembang dengan baik. Dan yang terakhir adalah trimester ketiga yaitu perubahan pada ibu yang bisa membuat terjadi gejolak perasaan, bila disebabkan oleh faktor ketidaknyamanan fisik maupun mental, sehingga membuat para ibu menjadi stres. Perasaan untuk segera melahirkan begitu kuat, rasanya seperti ingin cepat cepat menyelesaikan semuanya dan bertemu dengan bayinya.
B. Tujuan
1. Untuk saling bertukar fikiran mengenai pengalaman yang di dapat di lahan praktek.
2. Untuk mencari dan menemukan jalan keluar ( solusi ) dari satu masalah yang terjadi.
3. Mengumpulkan dan menyelesaikan masalah untuk mencapai suatu tujua yang diharapkan bersama.
4. Dapat menganalisa dan mengiterprestasikan data untuk menegakkan diagnosa/masalah aktual.
BAB II
A. Tinjauan Tentang Kehamilan Normal
1. Pengertian
Kehamilan normal adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterne mulai sejak konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari /40 minggu atau 10 bulan,tambah 7 hari bulan kalender di hitung dari hari pertama haid terakhir. Menurut (wikjosastro, hanifa, yayasan bina pustaka sarwono prawirohardjo, 2002,hal 125 )
2. Batasan Kehamilan.
Masa kehamilan di mulai dari konsepsi sampai lahirnya janin dengan perhitungan berikut.:
a. Kehamilan 0-20 minggu disebut abortus
b. Kehamilan 21-28 minggu disebut kehamilan immature
c. Kehamilan 29-36 minggu disebut kehamilan premature
d. kehamilan 376-42 minggu disebut kehamilan mature
e. kehamilan > 42 minggu disebut kehamilan post mature
Ditinjau dari tuanya kehamilan, kehamilan dibagi tiga bagian :
a. kehamilan triwulan pertama antara 0-12 minggu
b. kehamilan triwullankeduan antara 13-27 minggu
c. kehamilan triwulan ketiga antara 28-40 minggu.
Menurut ( wikjasastro, hanifa, yayasan bina pustaka sarwono prawirohardjo, 2002, hal 125 )
3. Proses Kehamilan
Proses kehamilan merupakan m,ata rantai yang berkesinambungan yang terdiri dari :
# ovulasi yaitu pelepasan ovum
# Terjadi fertilisasi antara spematozoa dengan ovum
# terjadi konsepsi dan pertumbuhan zigot
# terjadi nidasi (implantasi) pada uterus
# pembentukan plasenta
# tumbuh kembang hasil konsepsi sampai atrem
4. Perubahan Fisiologi pada kehamilannya
Pada kehamilan terdapat perubahan pada seluruh tubuh wanita, khususnya pada alat genitalia interna dan eksterna dan pada payudara. Perubahan yang terdapat pada wanita hamil antara lain:
A.Uterus
Ukuaran : Untuk akomodasi pertumbuhan janin, rahim membesar akibat hipertrofyi hiperlasi otot poros rahim, serabut serabut kolagennya menjadi higroskopik. Endometrium menjadi desidua, ukuran pada kehamilan cukup bulan : 30 x 25 x 20 cm dengan kapasitas lebih dari 4000 cc
Berat : Berat uterus naik secara luar biasa, dari 30 gram menjadi 1000 gram pada akhir kehamilan (40 pekan )
Bentuk konsistensi : Pada bulan bulan pertama kehamila, bentuk rahim seperti buah alpukat, pada kehamilan 4 bulan berbentuk bulat, dan akhir kehamilan
seperti bujur telur. Rahim yang tidak hamil kira-kira sebesar telur ayam, pada
kehamilan 2 bulan sebesar telur bebek, dan kehamilan 3 bulan sebesar telur angsa. Pada minggu pertama, isthmus rahim mengadakan hipertrofidan bertambah apnjang, sehingga bila diraba terasa lebih lunak (soft), disebut tanda hegar. Pada kehamilan 5 bulan,rahim teraba seperti berisi cairan ketuban, dinding rahim terasa tipis, karena itu bagian-bagian janin dapat dirubah melalui melalui dinding perut dan dinding rahim.
Posisi rahim dalam kehamilannya.
Pada permulaan kehamilan,.Dalam letak antefleksi atau retrofleksi
pada 4 bulan kehamilan, rahim tetap berada dalam rongga pelvis
setelah itu , mulai memasuki rongga perut yang dalam pembesarannya dapat mencapai batas hati
Rahim yang hamil bisanya mobil, lebih mengisi rongga abdomen kanan atau kirivaskulariasi: Aa. Uterina dan aa.ovarika bertambah dalam diameter panjang, dan anak-anak cabangnya. Pembulu darah balik (vena) mengembang dan bertambah.
Serviks uteri : Serviks bertambah vaskulariasasinya dan menjadi lunak ( soft ) disebut tanda goodnell. Kelenjar endoservikal membesar dan mengeluarkan banyak cairan mukus. Karena pertambahan dan pelebaran
pembuluh darah, warnanya menjadi livid, dan ini di sebut tanda chadwick.
B. OVARIUM ( INDUNG TELUR )
Ovulasi terhenti
Masih terdapat korpus leteum graviditas sampai terbentuknya uri yang mengambil alih pengeluaran estrogen dan progesteron.
C. Vagina dan Vulva
Karena pengaruh estrogen terjadi perubahan pada vagina dan vulva. Akibat hiperrvaskularissi, vagina dan vulva terlihat lebih merah atau kebiruan. Warna livid pada vagina dan portio serviks disebut tanda Chadwick.
D. Dinding perut
Pembesaran rahim menimbulkan peregangan dan menyebabkan robeknya serabut elastik di bawah kulit, sehingga timbul striae gravidarum. Bila terjadi peregangan yang hebat, misalnya pada hidramnion dan kehamilan ganda, dapat tejadi diastasis rekti bahkan hernia. Kulit perut pada linea alba bertambah pigmentasinya dan di sebut linea nigra.
E. Sistem Sirkulasi Darah
Volume darah : Volume darah total dan volume plasma darah naik pesat sejak akhir trimester pertama. Volumedarah akan bertambah banyak, kira kira 25%, dengan puncaknya pada kehamilan 32 minggu, diikuti curah jantung ( cardiac output ) yang meningkat sebanyak kurang lebih 30%. Akibat homodulusi yang mulai jelas kelihatan pada kehamilan 4 bulan, ibu yang menderita penyakit jantung dapat jatuh pada dekopensai kordis.
Kenaikan plasma darah dapat mencapai 40% saat mendekati cukup bulan.
Protein darah : Gambaran protein dalam serum berubah jumlah protein albumin dan gamaglubin menurun dalam triwulan pertama dan meningkat secara bertahap pada akhir kehamilan. Beta-globulin dan fibrinogen terus meningkat.
Hitung jenis dan hemoglobin : Hematorit cenderung menurun karena kenaikan relatif plasma darah. Jumlah eritrosit cenderung menigkat untuk
memenuhi kebutuhan transpor O2 yang sangat diperlukan selama kehamilan. Konsentrasi Hb terlihat menurun, walapun sebenarnya lebih besar dibandingkan Hb orang yang meningkat. Dalam kehamilan, leukosit menigkat sampai 10.000/cc, begitu pula dengan produksi trombosit.
Nadi dan tekanan darah : terakhir darah arteri cenderung menurun terutama selama trimester kedua, dan kemudian akan naik lagi seperti pada pra-hamil. Tekanan vena dalam batas batas normal pada ekstremitasatas dan bawah, cenderung naik setelah akhir trimester pertam. Nadi biasanya naik, nilai rata ratanya 84 per menit.
Jantung : Pompa jantung mulai naik kira kira 30% setslah kehamilan 3 bulan dan menurun lagi pada minggu minggu terakhir kehamilan. Elektro-kardigram kadang kala memperlihatkan deviasi aksis ke kiri.
F. Sistem Pernapasan
Wanita hamil kadang kadang mengeluh sesak dan pendek napas. Hal ini di sebabkan oleh usus yang tertekan ke arah diafragma akibat pembesaran rahim.
Kapasitas vital perlu meningkat sedikit selama hamil. Seorang wanita hamil selalu bernapas lebih dalam. Yang lebih menonjol adalah pernapasan dada.
G. Sistem pencernaan (Traktus Digestifus )
Salivasi meningkat dan pada trimester pertama mengeluh mual dan muntah. Tonus otot otot saluran pencernaan melemah sehingga motilitas dan makanan akan lebih lama berada dalam saluran makanan. Resorbsi makanan baik, namun akan menimbulkan obstipasi. Gejala muntah ( emesis gravidarum ) sering terjadi, biasanya pada pagi hari, disebut sakit pagi ( morning sickness).
H. Perubahan pada kulit
Pada kulit tertentu terjadi hiperpigmentasi :
muka : disebut masker kehamilan (chloasma gravidu )
payudara : putting susu dan areola payudara
perut linea nigra striae
vulva
I. Payudara (Mammae)
Selama kehamilan ,payudara bertambah besar, tegang dan berat. Dapat teraba noduli noduli, akibat hipertrofi kelenjar alveoli : bayangan vena-vena lebih membiru. Hiperpigmentasi pada puting susu dan areola payudara. Kalau diperas keluar air susu jolong (kolostrum) berwarna kuning
J. Metabolisme
Umumnya, kelamin mempunyai efek pada metabolisme, karena itu wanita hamil perlu mendapat makanan yang bergizi dan dalam kondisi sehat.
1) Tingkat metabolik basal (basal metabolic rate, BMR) pada wanita hamil meninggi hingga menjadi 15-20%.terutama pada trimester akhir.
2) keseimbangan asam- alkali (acic-base balance) sedikit mengalami perubahan
konsentrasi alkali :
wanita tidak hamil :155mEq/liter
wanita hamil :145mEq/liter
natrium serum : turun dari 142 menjadi 135mEq/liter
bikarbonat plasama : turun dari:25 menjadi 22mEq/liter
3) Dibutuhkan protein yang banyak untuk perkembanga fenus, alat kandungan payudara, dan badan ibu, serta laktasi.
4) Hidrat arang : seorang wanita hamil sering merasa haus, nafsu makan megigatkan kita kepada diabetes melitus. Dalam kehamilan, pengaruh kelenjar endokrin agak ,seperti somatomamotropin, plasma insulin,dan hormon hormon adrenal 17 ketosteroid. Untuk rekomendasi, harus diperhatikan sungguh sunggu hasil GT intravena .
5) Metabolisme lemak juga terjadi kadar kolestrol meningkat sampai 350 mg atau lebih dari 100cc .hormon somatomamotropin mempunyai peranan dalam pembentukan lemak payudara. Deposito lemak lainnya terdapat di badan, perut, paha, dan lengan .
6) Metabolisme mineral :
Kalsium : dibutuhkan rata rata 1,5 gram sehari sedangkan untuk pembentukan tulang tulang terutama dalam trimester terakhir dibutuhkan 30-40 gram..
Fosfot : dibutuhkan tambahan zat besi +800 mg atau 30-50 mg sehari .
Zat besi : dibutuhkan zat besi + 800 mg atau 30-50 mg per hari
Air : wanita hamil cendrung mengalami retensi air.
7) Berat badan wanita hamil akan naik sekitar 6,5 -16,5 kg .kenaikan berat
badan yang terlalu banyak ditemukan pada keracunan hamil (prelamasidan eklamasi).
Kenaikan berat badan wanita hamil disebabkan oleh :
Janin,uri, air ketuban, uterus
Payudara, kenaikan volume darah, lemak, protein, dan retensi air.
8) Kebutuhan kalori meningkat selama kehamilan dan laktasi.kalori yang dibutuhkan untuk ini terutama diperoleh dari pembakaran zat arang, khususnya sesudah kehamilan 5 bulan ke atas. Namun bila dibutuhkan, dipakai lemak ibu untu mendapatkan tambahan kalori.
9) Wanita hamil memerlukan makanan yang bergizi dan harus mengandung banyak protein. Di Indonesia masih banyak dijumpai penderita defisiensi zat dan vitamin B, oleh karena itu wanita hamil harus diberikan Fe dan roboransia yang berisi mineral dan vitamin .
Perubahan Psikologis dalam kehamilan
Perubahan psikologis dan emosional yang sering terjadi adalah sebagai berikut :
A.Trimester pertama.
Segara setelah konsepsi kadar hormon progestron dan estrogen dalam tubuh akan meningkat dan ini manyebabkan mual dan muntah pada pagi hari, lemah, dan membesarkan payudara .
Ibu merasa tidak sehat dan sering kali membenci kehamilannya. Banyak ibu merasakan kekecewaan, penolakan, kecemasan dan kesedihan. Sering kali biasanya kehamilannya, ibu berharap tidak hamil .
Seorang ibu akan hamil mencari tanda_tanda untuk lebih meyakinkan bahwa dirinya memang hamil .Setiap perubahan yang terjadi pada tubuhnya kan selalu diperhatikan dengan seksama. Karena perutnya masih kecil, kehamilan merupakan rahasia seorang ibu yang mungkin diberitahukanya kepada orang lain atau dirahasiakannya
Hasrat untuk melakukan hubungan seks pada wanita berbeda beda Walaupun beberapa wanita mengalami gairah seks yang lebih tinggi, namun kebanyakan dari mereka justru mengalami penurunan libido selama priode ini .Keadaan ini menciptakan kebutuhan untuk berkomunikasi secara terbuka dan jujur kepada suami. Banyak wanita merasa butuh untuk dicintai dan disayangi tanpa berhubungan seks
Reaksi pertama seorang pria ketika mengatahui bahwa dirinya akan menjadi seorang ayah adalah timbulnya kebangganatas kemampuannya mempunyai keturunan bercampur dengan keperihatinan dengan kesiapannya menjadi seorang ayah, mungkin akan sangat memperhatikan keadaan istrinya yang sedang hamil dan menghindari hubungan seks karena takut mencedarai bayinya. Adapula pria yang hasrat seksnya terhadap wanita hamil relatif lebih besar. Disamping itu respon yang diperhatikannya, seorang ayah perlu dapat memahami keadaan ini dan menerimanya
B.Trimester kedua
Trimester kedua biasanya ibu merasa lebih sehat. Tubuh ibu sudah terbiasa dengan kadar hormon yang lebih tinggi. Perut ibu belum terasa lebih besar sehingga belum dirasakan sebagai beban. Ibu sudah menerima
kehamilannya dan mulai dapat menggunakan energi dan pikirannya secara lebih jernih. Ibu dapat merasakan gerakan janinnya, mulai dapat merasakan bayinya sebagai seorang diluar dan dirinya sendiri. Banyak ibu merasa terlepes dari rasa kecemasan dan rasa tidak nyaman seperti yang dirasakan pada trimester pertama dan merasakan meningkatnya libido
C.Trimister ketiga
Trimister ketiga sering kali disebut priode menunggu dan waspada sebab pada saat itu ibu merasa tidak sabar menungguh kelahiran bayinya. Gerakan janin dan besarnya perut merupakan dua hal yang meningkatkan ibu akan bayinya. Kadang kadang ibu merasa khawatir bahwa bayinya akan lahir sewaktu waktu. Ini menyebabkan ibu meningkatkan kewaspadaan akan timbulnya tanda dan gejala persalinan. Ibu sering kali merasa khawatir dan takut kalau kalau bayinya akan lahir tidak normal. Kebanyakan ibu juga akan bersikap melindungi janinnya dan menghindari orang atau benda apa saja yang membahayakan janinya. Seorang ibu mungkin mulai merasa takut dan akan rasa sakit dan bahaya fisik yang timbul pada waktu melahirkan .
Rasa tidak nyaman akan muncul kembali pada trimister ketiga dan banyak ibu merasa dirinya aneh dan jelek. Disamping itu ibu merasa sedih karena akan berpisah dengan janinya dan kehilangan perhatiaan khusus yang diterima selama hamil. Pada trimester inilah memerlukan informasi
dan dukungan dari suami, keluarga, dan bidan .
Trimister ketiga adalah saat persiapan aktif untuk kelahiran bayi yang akan dilahirkan dan bagaimana rupanya. Mungkin juga nama bayi yang akan
dilahirkan sudah dipilih .
Trimister ketiga adalah persiapan aktif untuk kelahiran bayi dan menjadi orang tua. Keluarga mulai menduga duga tentang jenis kelamin bayinya dan akan mirip siapa, bahkan mereka mungkin juga sudah memilih nama untuk bayinya.
B.Tinjauan Tentang Ante Care
1.Pengertian
Ante natal care adalah pemeriksaan kehamilan yang dilakukan untuk memantau keadaan ibu dan janin secara berkala yang diikuti denga upaya korelasi terhadap penyimpang yang ditemukan.
2.Tujuan
a.Memantau perkembangan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan janin.
b.meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, dan sosial serta janin.
c.mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum dan kebidanan
d.mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat, ibu
maupun bayi dengan trauma, seminimal mungkin.
e. mempersiapkan ibi agar masa nifas berjalan normal dan memberi ASI ekslusif.
f. mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh dan berkembang secara normal.
3.Kebijakan program
a.Kunjungan ante natal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama hamil yaitu:
1) 1 kali pada triwulan pertama
2) 1 kali pada triwulan kedua
3) 2 kali pada triwulan ketiga
b.Pelayanan/asuhan standar minimal termasuk 7 T
1) Timbang berat badan.
2) Ukur tekanan darah.
3) Ukur tinggi fundus uteri.
4) Pemberian imunisasi TT lengkap.
5) Pemberian tablet zat besi.
6) Tes penyakit menular seksual.
7) Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan.
4. Komponen Asuhan Antenatal
Informasi yang perlu didapat pada kunjungan Antenatal Care:
A. Trimester 1 sebelum minggu ke 14
Informasi penting:
Membangun hubungan saling percaya antara petungas kesehatan dan ibu hamil
Mendeteksi masalah dan menanganinya .
Melakukan tindakan pencegahan seperti tetanus neoneturum ,anemia dan pengunaan praktik tradisional yang merugikan .
Memulai persiapan kelahiran bayidan kesiapan untuk menghadapinya
Mendorong prilaku yang sehat (gizi, istirahat dan sebagainya ).
B. Trimester 11 sebelum minggu ke 28
Informasi penting
1.Sama dengan kunjungan trimester 1
2.Ditambah kewaspadaan khusus mengenai prelamasi
C. Trimester 11 antara minggu 28 36
1. Sama dengan kunjungan trimester 1 dan 11
2. Ditambah palpasi abdomen untuk mengatahui apakah ada kehamilan ganda
D. Trimester 111 setelah minggu 36
1.Sama dengan kunjungan 1,11,111.
2.Ditambah deteksi letak bayi yang tidak normal atau kondisi lain yang memerlukan kelahiran di rumah sakit .
5. Asuhan Masa Kehamilan Pada Kunjungan Awal
a. Melakukan anam nesis (Pengambilan riwayat kesehatan)
isi dari anamnesis pada kunjungan Antenatal pertama
Setiap wanita dan setiap kehamilan merupakan hal yang unik.Tidak ada dua kehamilan yang sama. namun demikian setiap kehamilan berada dalam resiko komplik yang membahayakan jiwa ibu.
Maksud dari Anamnesia:
Mendeteksi komplikasi
Menyiapkan kelahiran
Dengan mepelajari
Keadaan kehamilan ibu sekarang
Kehamilan dan kelahiran terdahulu
Kesehatan umum
Kondisi sosial ekonomi
b. Menghitung tanggal perkiraan persalinan
Rumus Neagle Berdasarkan tanggal HPHT
Tanggal HPHT=7 hari .
Bulan 3(bulan Aprils.d.Desember dan tahun +1)
Bulan 9(bulan januari s.d maret dan tahun tetap)
c. Menghitung umur kehamilan (masa gestasi)
■ Masa gestasi dalam bulan bulan sabit/sabit lunar(28 hari).
TFU (cm)x2/7 normal masa getasi 10bulan.
Contoh : TFU 24 cm
masa getasi ( bulan) = 24 cm x 2/7 = 48/7 = 6,8 bulan = 7 bulan
■ Mas gestasi dalam minggu.
TFU (cm) x 8/7 Normal masa gestasi 40 minggu
contoh : TFU 24 cm Masa gestasi ( munggu ) = 24 cm x 8/7 = 192/7 22 minggu
d.Pemeriksaan fisik dan laboratorium
Maksud dari pemeriksaan fisik dan tes laboratorium adalah :
Untuk mendeteksi komplikasi kehamilan dan persalinan.
Bukti di seluruh dunia bahwa pemeriksaan fisik dan tes laboratorium
untuk mengurangi kematian ibu dan bayi dengan upaya bahwa bidan harus meluangkan waktunya untuk pemeriksaan yang terbukti bermanfaat bagi kesehatan ibu dan bayi
6. Asuhan Masa Hamil Pada Kunjungan Ulang
Kunjungan ulang yaitu setiap kali kunjungan Antenatal yang di lakukan pada Antenatal pertama. Ingat wanita hamil sebaiknya melakukan minimal 4 kali kunjungan Antenetal selama hamil.
Karena riwayat dan pemeriksaan fisik telah lengkap pada kunjungan Antenatal pertama, maka kunjungan ulang di fokuskan pada :
Pendeteksian komplikasi kehamilan
mempersiapkan kehamilan
Kesiapan menghadapi kegawat daruratan
Pemeriksaan fisik trfokus pada pendidikan/konseling kesehatan.
C.Proses Manajemen Kebidanan
1. Pengertian Manajemen Kebidanan
Manajemen kebidanan adlah suatu proses pikir seorang bidan yang di tuangkan kedalam asuhan kebidanan dengan pendekatan problem solves/pemecahan masalah yang di organisir secara sistematis, logis,
dinamis dan berkesinambungan melalui langkah langkah pengkajian, identifikasi diagnosa/ masalah aktual dan potensial, tindakan, pelaksanaan dan evaluasi ( Varney, 1997 ).
2. Sasaran Asuhan Kebidanan manusia :
- Wanita
- Ibu
- Bayi
- Balita * sehat
* terancam sakit
- kurang mampu
- kurang pengetahauan
- kurang kemauan
- kurang kekuatan
3. Langkah Langkah manajemen Kebidanan
Menurut Varneys., proses manajemen kebidanan ini terdiri dari 7 langkah yaitu :
Langkaah 1. Identifikasi Dan Analisa Data Dasar
Adalah pengumpulan data yang lengkap dari klien, data ini termasuk riwayat klien baik keadaan sekarang maupun keadaan kesehatan yang lalu termasuk juga keadaan keluarga, pemeriksaan fisik dan indikasidari keadaan sekarang serta pemeriksaan laboratorium. Semua informasi saling terkait dari semua sumber adalah menyangkut atau berhubungan dengan kondisi klien.
Langkah 2. Merumuskan Diagnosa / Masalah Aktual
Step ini dikembangkan dari interpretasi dan menjadi identifikasi
spesifikmengenai masalah atau diagnosa. Maslah lebih sering berhubungan dengan apa yang dialami pasien dari diagnosa yang telah ditetapkan dan sering diidentifikasi oleh bidan dengan berfokus pada apa yang telah dikemukakan oleh klien cesara indifidu.
Langkah 3. Merumuskan Diagnosa / Masalah Potensial
Identifikasi adanya diagnosa masalah potensial lain dari diagnosa atau masalah sekarang, adalah merupakan urusan antisipasi atau pencegahan jika memungkinkan, menunggu dan waspada serta persiapan segala sesuatu yang dapat terjadi. Pada step ini sangat penting dalam memberikan perawatan selanjutnya.
Langkah 4. Tindakan Segera Dan Kolaborasi
Menggambarkan sifat proses manajemen secara terus menerus yang tidak terbatas pada pemberi pelayanan dasar dan kunjungan Antanetal secara periodik, tetapi juga pada saat persalinan. Data yang diperoleh tetap dievaluasi dimana bidan harus bertindak segera dalam rangka menyelamatkan keadaan darurat tetapi boleh memerlukan kolaborasi dokter / manajemen kolaborasi.
Langkah 5. Rencana Tindakan
Pengembangan suatu rencana tindakan yang komprehensif, ditentukan berdasarkan langkah sebelumnya. Suatu rencana tindakan konprehensif
tidak hanya termasuk indikasi apa yang timbul berdasarkan kondisi klien dan masalah yang berhubungan dengan kondisi tersebut, tetapi
bimbingan yang lebih dahulu yang di berikan kepada ibu terhadap apa
yang di harapkan oleh pasien selanjutnya. Agar evektif suatu rencana seharusnya disetujui bersama.
Langkah 6. Implementasi
Pada step ini dilaksanakan rencana tindakan, hal ini mungkin dapat dilaksanakan sendiri oleh pasien, bidan atau tim kesehatan lainnya. Meskipun didalam situasi dimana kebidanan melakukan kolaborasi atau emergensi dengan tim kesehatan lainnya, maka bidan juga harus mengetahui tindakan tersebut. Implementasi yang efektif akan dapat mengurangi biaya perawatan dan peningkatan kualitas pelayanan.
Langkah 7. Evaluasi Asuhan Kebidanan.
Evaluasi pada dasarnya adalah cara untuk mengetahui apakah rencana yang telah direncanakan sudah memenuhi kebutuhan pasien yang sesuai dengan yang diidentifikasi pada tahap penentuandiagnosa atau masalah, rencana dikatakan berhasil bila telah dilaksanakan oleh klien atau sebagian yang dilaksanakan maupun yang tidak dilaksanakan.
4. Dokumentasi Asuhan Kebidana
a.Dokumentasi SOAP
Metode dokumentasi SOAP merupakan intisari dari proses manajemen kebidanan yang menggambarkan klien ( progress note ), dalam rekam medis dalam pengertian :
S ( Subyektif ) adalah yang disampaikan oleh kliean kepada pemeriksa.
O ( Obyekyif ) adalah yang ditemukan baik melalui apa yang dilihat,
diraba ataupun dirasakan oleh pemeriksa.
A ( Assemen/Analisis ) adalah kesimpulan pemeriksa berdasarkan dari subyektif dan obyektif serta hasil pemeriksaan laboretorium.
P ( Planning ) adalah penata laksanaan asuha, apa yang dilakukan dan dievaluasi berdasarkan assemen/analisis sebelumnya.
b.Penggunaan Dokumentasi SOAP
Catatan SOAP digunakan sebagai salah satu metode dokumentasi asuhan kebidanan karena merupakan :
1. Kemajuan informasi yang sistematis yang nengorganisir penemuan dan kesimpulan menjadi rencana asuhan.
2. Intisari dari langkah langkah dalam prises manajemen kebidanan
3. Memfasilitasi berbagai informasi diantara pemberi asuhan.
4. Dapat di gunakan sebagai data Nasional, keprluan riset, statistik morbiditas dan mobilitas.
5. Meningkatkan penberian asuhan yang aman dan berkualitas.
Resusitasi bayi baru lahir
Diposting oleh wawan sp di 10.37
Umumnya buku pelajaran dan buku acuan terfokus pada kesehatan ibu dan bayi yang baru lahir. Padahal kita tahu bahwa lebih dari 500.000 ibu meninggal tiap tahunnya akibat komplikasi saat hamil dan melahirkan. Tidak sedikit pula bayi yang meninggal dalam minggu pertama kehidupannya.
Sebagai pekerja kesehatan yang profesional, adalah tugas kita untuk menjamin kehidupan pasien dengan memberikan pelayanan yang berkualitas. Aspek vital pemberian pelayanan yang berkualitas adalah dengan mengantisipasi dan mengenali segala permasalahan.
Persiapan menghadapi kelahiran dengan berbagai resikonya adalah tanggung jawab bersama antara sang ibu, keluarganya, masyarakat dan petugas kesehatan. Adanya kerja sama untuk memberikan pelayanan dasar yang dalam waktu singkat sangatlah penting. Salah satu hal yang membutuhkan ketrampilan, pengetahuan akan resiko dan deteksi dini terhadap komplikasi adalah resusitasi pada bayi yang baru lahir.
Tujuannya adalah untuk mendukung usaha bayi yang baru lahir terhadap dunia barunya setelah keluar dari rahim. Itu adalah situasi darurat. Bayi yang baru lahir rentan terhadap banyak resiko. Bagaimanapun, berbagai hal dapat terjadi tanpa ada peringatan sebelumnya. Untuk alasan inilah, pekerja kesehatan yang profesional harus selalu waspada dan siap melakukan tindakan penyelamatan darurat. Jika terjadi anoksia, tindakan penyelamatan harus dilakukan dalam waktu 1 menit.
Beberapa saran untuk menghemat waktu yang sangat berharga saat resusitasi:
• harus menguasai urutan kerja.
• siap untuk segala situasi.
• selalu cek prioritas yang dibutuhkan untuk setiap kelahiran.
Program training petugas kesehatan harus diberikan secara rutin dan personal, dan dilatih sampai mahir cara penggunaan dan teknik penyelamatannya.Petugas kesehatan harus selalu waspada dengan kelahiran bayi yang bermasalah.
Ada banyak faktor resiko yang biasa terdapat dalam kandungan ibu seperti:
• Gawat janin, terindikasi melalui detak jantung bayi yang
abnormal.
• Komplikasi obstetrik, contoh eklampsi, tali pusat membum-
bung, distosia, pendarahan.
• Prematur.
• Malpresentasi.
• Mekonium.
Kelengkapan peralatan sangatlah diperlukan untuk tindakan penyelamatan. Baik di rumah sakit maupun klinik, pengaturan peralatan sangatlah penting supaya selalu siap digunakan. Di rumah sakit atau klinik, meja resusitasi harus tersedia sebagai peralatan utama. Meja ini dapat digunakan untuk menyimpan semua peralatan yang dibutuhkan.
Untuk rumah yang dipakai Resusitasi Bayi Baru lahir sebagai tempat bersalin, semua bidang datar dapat digunakan seperti meja, laci, dst. Perlengkapan dasar dapat digunakan untuk suatu kelahiran di rumah.
Memeriksa peralatan saat ibu mengalami pembukaan 5-7 cm merupakan suatu keharusan rutin. Peralatan yang wajib ada tidak hanya terbatas pada:
• Tempat berbaring yang datar
• sumber cahaya/lampu
• handuk
• alat resusitasi dengan kantung sendiri
• masker yang bersih, lembut untuk bayi yang baru lahir dan
bayi prematur (00 atau 0/1)
• selang penghisap dengan kateter yang sesuai ukurannya
• stetoskop
• sarung tangan
• klem (pengikat) tali pusat
Selalu ingat bahwa peralatan tersebut terbatas sebagai item untuk ventilasi saja. Item untuk intubasi juga harus disiapkan di meja resusitasi atau peralatan di rumah.
Pernafasan seringkali dimulai dengan perangsangan lem-but dan pembersihan saluran nafas. Terkadang, hanya dibutuhkan pemberian oksigen langsung pada bayi untuk menstimulasi pernafasan. Akan tetapi, tindakan ini tidak boleh dianggap sebagai tindakan penyelamatan. Itu hanyalah suatu cara untuk merangsang bayi untuk bernafas.
Ingatlah bahwa menjaga bayi tetap hangat sangat penting. Hipotermia bisamengakibatkan hipoksia dan berefek negatif pada sistem pernafasan bayi. Jumlah handuk yang tersedia juga harus selalu dijaga (2-3) di meja resusitasi untuk memastikan bahwa bayi bisa langsung dikeringkan dan handuk yang basah bisa langsung disingkirkan. Bila memungkinkan, bayi yang baru lahir dikeringkan dan dibungkus sampai ke kepala dengan handuk yang sudah dihangatkan sebelumnya tapi dada jangan dibungkus untuk menolong kemampuan ventilasinya.Ventilasi menggunakan masker wajah adalah cara paling efektif untuk menginfasi paru-paru. Bagi petugas kesehatan yang sudah berpengalaman, ventilasi tidak beresiko dan sangat efektif.
Beberapa poin untuk diingat:
• bungkus bayi yang baru lahir dengan handuk hangat, tapi
biarkan dada terbuka.
• letakkan kepala bayi pada posisi ekstensi.
• tempatkan handuk kecil di bawah bahu untuk menjaga te-
patnya posisi kepala.
• pasang masker di hidung dan mulut dengan tepat.
• untuk ventilasi normalnya adalah 40 respirasi per menit.
• hindari adanya tekanan pada jaringan lunak di bawah pipi
atau di mata.
Rekomendasi ini dapat membuat Anda memberikan respon
yang tepat dan cepat saat menolong suatu kelahiran.
Sebagai pekerja kesehatan yang profesional, adalah tugas kita untuk menjamin kehidupan pasien dengan memberikan pelayanan yang berkualitas. Aspek vital pemberian pelayanan yang berkualitas adalah dengan mengantisipasi dan mengenali segala permasalahan.
Persiapan menghadapi kelahiran dengan berbagai resikonya adalah tanggung jawab bersama antara sang ibu, keluarganya, masyarakat dan petugas kesehatan. Adanya kerja sama untuk memberikan pelayanan dasar yang dalam waktu singkat sangatlah penting. Salah satu hal yang membutuhkan ketrampilan, pengetahuan akan resiko dan deteksi dini terhadap komplikasi adalah resusitasi pada bayi yang baru lahir.
Tujuannya adalah untuk mendukung usaha bayi yang baru lahir terhadap dunia barunya setelah keluar dari rahim. Itu adalah situasi darurat. Bayi yang baru lahir rentan terhadap banyak resiko. Bagaimanapun, berbagai hal dapat terjadi tanpa ada peringatan sebelumnya. Untuk alasan inilah, pekerja kesehatan yang profesional harus selalu waspada dan siap melakukan tindakan penyelamatan darurat. Jika terjadi anoksia, tindakan penyelamatan harus dilakukan dalam waktu 1 menit.
Beberapa saran untuk menghemat waktu yang sangat berharga saat resusitasi:
• harus menguasai urutan kerja.
• siap untuk segala situasi.
• selalu cek prioritas yang dibutuhkan untuk setiap kelahiran.
Program training petugas kesehatan harus diberikan secara rutin dan personal, dan dilatih sampai mahir cara penggunaan dan teknik penyelamatannya.Petugas kesehatan harus selalu waspada dengan kelahiran bayi yang bermasalah.
Ada banyak faktor resiko yang biasa terdapat dalam kandungan ibu seperti:
• Gawat janin, terindikasi melalui detak jantung bayi yang
abnormal.
• Komplikasi obstetrik, contoh eklampsi, tali pusat membum-
bung, distosia, pendarahan.
• Prematur.
• Malpresentasi.
• Mekonium.
Kelengkapan peralatan sangatlah diperlukan untuk tindakan penyelamatan. Baik di rumah sakit maupun klinik, pengaturan peralatan sangatlah penting supaya selalu siap digunakan. Di rumah sakit atau klinik, meja resusitasi harus tersedia sebagai peralatan utama. Meja ini dapat digunakan untuk menyimpan semua peralatan yang dibutuhkan.
Untuk rumah yang dipakai Resusitasi Bayi Baru lahir sebagai tempat bersalin, semua bidang datar dapat digunakan seperti meja, laci, dst. Perlengkapan dasar dapat digunakan untuk suatu kelahiran di rumah.
Memeriksa peralatan saat ibu mengalami pembukaan 5-7 cm merupakan suatu keharusan rutin. Peralatan yang wajib ada tidak hanya terbatas pada:
• Tempat berbaring yang datar
• sumber cahaya/lampu
• handuk
• alat resusitasi dengan kantung sendiri
• masker yang bersih, lembut untuk bayi yang baru lahir dan
bayi prematur (00 atau 0/1)
• selang penghisap dengan kateter yang sesuai ukurannya
• stetoskop
• sarung tangan
• klem (pengikat) tali pusat
Selalu ingat bahwa peralatan tersebut terbatas sebagai item untuk ventilasi saja. Item untuk intubasi juga harus disiapkan di meja resusitasi atau peralatan di rumah.
Pernafasan seringkali dimulai dengan perangsangan lem-but dan pembersihan saluran nafas. Terkadang, hanya dibutuhkan pemberian oksigen langsung pada bayi untuk menstimulasi pernafasan. Akan tetapi, tindakan ini tidak boleh dianggap sebagai tindakan penyelamatan. Itu hanyalah suatu cara untuk merangsang bayi untuk bernafas.
Ingatlah bahwa menjaga bayi tetap hangat sangat penting. Hipotermia bisamengakibatkan hipoksia dan berefek negatif pada sistem pernafasan bayi. Jumlah handuk yang tersedia juga harus selalu dijaga (2-3) di meja resusitasi untuk memastikan bahwa bayi bisa langsung dikeringkan dan handuk yang basah bisa langsung disingkirkan. Bila memungkinkan, bayi yang baru lahir dikeringkan dan dibungkus sampai ke kepala dengan handuk yang sudah dihangatkan sebelumnya tapi dada jangan dibungkus untuk menolong kemampuan ventilasinya.Ventilasi menggunakan masker wajah adalah cara paling efektif untuk menginfasi paru-paru. Bagi petugas kesehatan yang sudah berpengalaman, ventilasi tidak beresiko dan sangat efektif.
Beberapa poin untuk diingat:
• bungkus bayi yang baru lahir dengan handuk hangat, tapi
biarkan dada terbuka.
• letakkan kepala bayi pada posisi ekstensi.
• tempatkan handuk kecil di bawah bahu untuk menjaga te-
patnya posisi kepala.
• pasang masker di hidung dan mulut dengan tepat.
• untuk ventilasi normalnya adalah 40 respirasi per menit.
• hindari adanya tekanan pada jaringan lunak di bawah pipi
atau di mata.
Rekomendasi ini dapat membuat Anda memberikan respon
yang tepat dan cepat saat menolong suatu kelahiran.
Genetik Tak Lagi Menjamin Kecerdasan Anak
Diposting oleh wawan sp di 06.00
Sumber : www.kiatsehat.com
Banyak penelitian membuktikan bahwa musik membawa pengaruh dalam kehidupan manusia. Tak sekedar menghibur, musik dapat membawa pengaruh psikologis bagi manusia. Nada-nada yang terangkai dalam musik dapat membangkitkan semangat dan membantu proses penyembuhan. Tak hanya itu, penelitian juga mengungkapkan bahwa musik dapat berpengaruh terhadap kecerdasan anak.
Lupakan faktor genetik atau keturunan, karena memperdengarkan musik sejak janin dalam kandungan dapat mencerdaskan anak. Tapi tak semua musik terbukti mampu melakukan hal tersebut. Hanya musik klasik yang hingga saat ini disebut mampu memberikan stimulus untuk kecerdasan otak sejak janin dalam kandungan.
Menurut Dr. dr. Hermanto Tri Joewono, SpOG(K) saat ditemui di Rumah Sakit Spesialis Husada Utama Surabaya, mengatakan bahwa kombinasi suara yang terbaik adalah musik, dari berbagai macam jenis musik di dunia, hanya musik klasik yang terbaik. Penelitian telah membuktikan bahwa musik klasik yang optimal adalah milik komponis Mozart. Musik Mozart yang kaya frekuansi (5000 – 8000 Hz) dan nyaris tanpa nada minor ini ternyata dapat meningkatkan zat-zat di otak yang merangsang tumbuhnya sel-sel otak (BDNF, CREB dan Sinaps).
Meski mendengarkan musik dapat membuat anak cerdas, namun jangan melupakan peran nutrisi saat masa kehamilan. Kombinasi nutrisi yakni DHA dan AA dengan musik Mozart akan menyebabkan semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk memiliki anak pintar. Orang tua biasapun punya kesempatan memiliki anak pintar. Selama ini orang mengira genetik merupakan 100 % faktor yang mempengaruhi kecerdasan anak. Padahal genetik / keturunan hanya berpengaruh 30 % saja, sisanya 70 % adalah peran nutrisi dan rangsangan musik. “Efek optimal mendengarkan musik klasik adalah saat janin dalam kandungan, dan jumlah sel tidak akan bertambah setelah itu,” ujar dr. Hermanto.
Menurut dokter yang sedang melakukan penelitian untuk menghitung kenaikan jumlah sel otak setelah menerima rangsangan musik klasik ini, ibu hamil sebaiknya mendengarkan musik klasik mulai minggu ke-20, 1 jam sehari yakni saat malam hari sekitar pukul 22.00 – 23.00. Lagu pertama yang disarankan para ahli adalah komposisi Mozart K265 (twinkle-twinkle little star). Meski 90 % aktivitas janin dalam kandungan adalah tidur, janin akan terus belajar bahkan saat tidur.[Tik]
Banyak penelitian membuktikan bahwa musik membawa pengaruh dalam kehidupan manusia. Tak sekedar menghibur, musik dapat membawa pengaruh psikologis bagi manusia. Nada-nada yang terangkai dalam musik dapat membangkitkan semangat dan membantu proses penyembuhan. Tak hanya itu, penelitian juga mengungkapkan bahwa musik dapat berpengaruh terhadap kecerdasan anak.
Lupakan faktor genetik atau keturunan, karena memperdengarkan musik sejak janin dalam kandungan dapat mencerdaskan anak. Tapi tak semua musik terbukti mampu melakukan hal tersebut. Hanya musik klasik yang hingga saat ini disebut mampu memberikan stimulus untuk kecerdasan otak sejak janin dalam kandungan.
Menurut Dr. dr. Hermanto Tri Joewono, SpOG(K) saat ditemui di Rumah Sakit Spesialis Husada Utama Surabaya, mengatakan bahwa kombinasi suara yang terbaik adalah musik, dari berbagai macam jenis musik di dunia, hanya musik klasik yang terbaik. Penelitian telah membuktikan bahwa musik klasik yang optimal adalah milik komponis Mozart. Musik Mozart yang kaya frekuansi (5000 – 8000 Hz) dan nyaris tanpa nada minor ini ternyata dapat meningkatkan zat-zat di otak yang merangsang tumbuhnya sel-sel otak (BDNF, CREB dan Sinaps).
Meski mendengarkan musik dapat membuat anak cerdas, namun jangan melupakan peran nutrisi saat masa kehamilan. Kombinasi nutrisi yakni DHA dan AA dengan musik Mozart akan menyebabkan semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk memiliki anak pintar. Orang tua biasapun punya kesempatan memiliki anak pintar. Selama ini orang mengira genetik merupakan 100 % faktor yang mempengaruhi kecerdasan anak. Padahal genetik / keturunan hanya berpengaruh 30 % saja, sisanya 70 % adalah peran nutrisi dan rangsangan musik. “Efek optimal mendengarkan musik klasik adalah saat janin dalam kandungan, dan jumlah sel tidak akan bertambah setelah itu,” ujar dr. Hermanto.
Menurut dokter yang sedang melakukan penelitian untuk menghitung kenaikan jumlah sel otak setelah menerima rangsangan musik klasik ini, ibu hamil sebaiknya mendengarkan musik klasik mulai minggu ke-20, 1 jam sehari yakni saat malam hari sekitar pukul 22.00 – 23.00. Lagu pertama yang disarankan para ahli adalah komposisi Mozart K265 (twinkle-twinkle little star). Meski 90 % aktivitas janin dalam kandungan adalah tidur, janin akan terus belajar bahkan saat tidur.[Tik]
Upaya Memperbanyak ASI
Diposting oleh wawan sp di 08.27Ekstrak daun katuk dikenal untuk memperbanyak asi. Tapi selain itu berdasarkan pengalaman, supaya asi kita cukup/banyak persediaannya ada sedikit tips yang mungkin bisa dicoba dan insyaallah bisa berguna bagi para ibu yang sedang menyusui seperti tersebut dibawah ini :
Sebelum dan sesudah menyusui minumlah susu ( terutama susu khusus ibu menyusui ) atau air putih sebanyak-banyaknya
Bangunlah dimalam hari ( sekitar pk. 1 keatas ) dan makanlah sedikit makanan terutama kacang-kacangan ( kacang kulit )
Pada saat menyusui, usahakan pikiran dan hati kita tenang dan gembira, tidak dalam keadaan sedih, khawatir ataupun marah karena hal tsb sangat mempengaruhi produksi asi itu sendiri.
Janganlah lupa untuk selalu membersihkan dan memassage payudara kita selepas dari bepergian terutama dari bepergian jauh.
banyak minum air putih
air rebusan kacang hijau
banyak makan kacang2an (segala jenis kacang)
banyak makan daun pepaya
banyak makan buah2an
jantung pisang
daun kemangi (ini kata prof. hembing)
daun katuk
jamu khusus untuk lancar asi, mendapatkan manfaat yg besar dari jamu ini, asi jadi tambah banyak.yg paling penting, si bayi harus sering2 menghisap, semakin sering ia
menghisap asi, semakin banyak produksi asi kita
dan yg terutama juga JANGAN STRESS, sedih, marah atau perasaan2 negatif
lainnya, krn menurut pengalaman, perasaan2 semacam itu akan mempengaruhiproduksi asi
KEBUTUHAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT DALAM PROSES PERSALINAN
A.Proporsi cairan tubuh
BBL : 80 % bb
Anak : 70 % bb
Dewasa : 60 % bb
Usila : 40 –45 % bb
B.Distribusi cairan tubuh
Intra sel : 40 %
Extracell : interstitial 15% bb plasma (intra vaskuler) 5 %bb
Darah menyimpan panas 36 0 c
D.Fungsi cairan tubuh :
Pembentuk struktur tubuh
Sarana transportasi
Metabolisme sel
Pelarut elektrolit dan non elektrolit
Memeliharra suhu tubuh
D.Keseimbangan intake – output
Intake :
Ingestion
Jumlah tergantung dari usia,bb
Oxidasi sel kurang lebih 10 ml/100 ml yang dibakar
Output :
Iwl tergantung dari usia, bb dipengaruhi oleh :
Suhu tubuh
Kerja fisik
Kondisi atm
Urine :
1 – 2 ml/kgbb/jam atau pada orang dewasa kurang lebih 1000 – 1500 ml
E.Komposisi cairan :
Fungsi pelarut, reaksi kimia, metabolisme. Regulator : ADH, aldosteron1.Air :
2.Elektrolit :
Lebih banyak di extrasell, fungsi untuk mempertahankan isotonisitas cairan extrasell.Natrium :
memberikan lingkungan kimia listrik yang pentingNatrium dan kalium : untuk kontraksi otot dan transmisi impuls saraf. Regulator : aldosteron
Chlorida (cl) :
Berperan sebagai electron netral diluar intracell
>> pada cairan lambung dan keringat
Fungsi mengatur keseimbangan asam basa
Regulator : faktor yang mempengaruhi konsentrasi plasma
Kalium dan Phospor (ca & p ) :
Kalium : >> Untuk pembekuan darah, metabolismepada tulang tulang, kontraksi otot dan transmisi impuls saraf & Menentukan permeabilitas membran sel
Phospor :
berperan dalam pembekuan tulang, komponen ATP, sebagai buffer dalam mempertahankan keseimbangan asam basa intrasell.Phospor :
3.Non elektrolit
Glikosa dan fruktosa
Ureum kreatinin
Protein
PERGERAKAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT
1.Antara plasma – interstitial
Dipengaruhi oleh :
Permeabilitas membran sel
Tekanan hydrostatik kapiler
Tekanan osmotic koloid
Mekanisme transport :
Difusi
Osmosa
2.Antara interstitial – intrasell
Mekanisme transport:
Simple difusi: O2, CO2, Cl, alkohol.
Facilitated difusi : glukosa
Transport aktif : Na,K
Osmosa
KETIDAKSEIMBANGAN CAIRAN :
1.Hypervolemia ( peningkatan volume cairan )
Terjadi oleh karena :
Peningkatan intake —- infus >> , psychotic drinking episode
Penurunan output —- renal failure, chd, ketidakseimbangan endokrin, penggunaan obat-obat steroid.
Tanda dan gejala :
Peningkatan plasma :
Dilusi protein bermol besar, RBC —- penurunan konsentrasi protein plasma, penurunan HCT.
Peningkatan tekanan darah, distensi vena jugularis, overload sirkulasi.
Peningkatan cairan interstitial —- edema, peningkatan bb, peningkatan turgor kulit, bengkak pada kelopak mata.
Edema paru :
Batuk-batuk dg dahak berbusa, bercak darah
Dyspnea Asites : dyspnea
2.Hypovolemia (penurunan volume cairan)
Terjadi oleh karena :
Peningkatan output : >>> perspitasi, drainage pada luka bakar, abses, diare, muntah-muntah, gastric —- suction.
Hemorrhagic
Diabetes insipidus
Penurunan intake —- ketidakseimbangan elektrolit
Tanda dan gejala :
Penurunan plasma : peningkatan konsentrasi plasma protein, peningkatan hct (kecepatan pada hemorrhagic); penurunan tekanan darah —- penurunan cardiac output —- diuresis menurun dan kolaps pembuluh darah superficial —- kulit dingin dan berkeringat.
Penurunan cairan interstitial —- penurunan turgor kulit, mukosa membran kering, mata cekung, penurunan bb, peningkatan temp.
KETIDAKSEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT
Ketidakseimbangan isotonis —- perubahan volume cairan extracell yang disertai dengan perubahan elektrolit secara proporsional isotonic Tidak terjadi sel edema / keriputdengan cairan intracell
Penyebab :
Peningkatan —- >>> infus nacl 0,9 %, hypersekresi aldosteron; peningkatan volume cairan keseimbangan peningkatan dengan jumlah natrium
Penurunan —- kehilangan cairan yg mengandung natrium secara proporsional —- perdarahan, >>> respirasi drainage luka
Ketidakseimbangan Natrium :
Terjadi oleh karena :
Peningkatan/penurunan natrium, volume cairan tetap.
Natrium tetap, penurunan/penungkatan volume cairan
Hyponatremi
Oleh karena :
Penurunan ointake natrium
Peningkatan output natrium
>> cairan hypotonis
Enema dengan air kran
Penurunan output cairan
Sekresi adh oleh karena stress, cancer, cerebral disorder, pain, trauma surgical, penggunaan morphin/obat anestesi.
Konsentrasi Na extracell menurun
Cairan extracell —– intracell —-cell edema
Edema cell otak —- neural symptom
Twitching
Hyper irritable
Disorientasi
Convulsi
Coma
Edema tempat lain —-lemah, anorexia, nausea, vomiting, abdominal cramp, diarhe.
Hypernatremi
Oleh karena :
Peningkatan intake natrium
Penurunan volume darah —- sulit menelan,gangguan rasa haus, penurunan air di lingkungan, diabetes insipidus, >> perpitasi.
Konsentrasi cairan extracell meningkat
Cairan intracell —- extracell —- cell keriput, rasa haus.
Keriput sel otak —- tampak ketakutan, gelisah, koma.
Keriput sel lain —- kulit kering,mukosa membran kering, mata cekung, lidah beralur jelas.
Tanda dan gejala lain pada :
Hyponatremi
Hypernatremi
—- tergantung pada penyebab.
Hypokalemia
Penurunan kalium extracell oleh karena :
Penurunan intake kalium
Peningkatan output kalium : gastrointestinal losses — diare, >>> urine, peningkatan sekresi aldosteron, alkalosis.
Penurunan respon otot terhadap rangsang saraf
Gangguan pada otot polos git —- distensi abdomen, vomiting, illeus paralitic.
Penurunan tonus vaskuler —- hypotensi
Gangguan pada otot rangka —- pernafasan dangkal, kelemahan otot-otot.
Gangguan pada otot jantung —- arrytmia —- heart block, perubahan ekg ( st segment depresi) flattenea t wave,.peningkatan sensitivitas terhadap digitalis.
Alkalosis
Hyperkalemia > 6 mg
Peningkatan k extracell oleh karena :
Peningkatan intake k : >> infus, transfsi.
Penurunan output k : renal failure, addison’s disease, aldosteron inhibiting drugs (aldactone).
Shift of K Out of intracell : asidosis, luka bakar, crushing injuries, hypoxia selluler.
Peningkatan respon otot terhadap rangsang saraf
Penurunan kekuatan kontraksi otot.
Gangguan pada otot rangka —- kelemahan otot pernafasan dangkal
Gangguan pada otot jantung : penurunan kekuatan kontraksi, —- dilatasi dan flaccidity —- penurunan rate jantung / stop, peningkatan respon terhadap rangsang saraf —- arrytmia ( ventrikel fibrilasi )
Hypokalsemia —- penurunan ca extracell
Oleh karena :
Penurunan absorbsi ca pada git: defisiensi vitamin d, defisiensi nutrisi, penurunan sekresi pth, penyakit liver, empedu, pancreas.
>> deposit ca pada tulang, peningkatan exkresi ca, alkalosis
Peningkatan permiabilitas dan irritabilitas jaringan saraf dan otot
Pada otot rangka : twitching, carpopedal spasm, tetany, spasmus larink,epilepsy —- like seizure.
Pada otot pembuluh darah : numbress, tingling pada jari
Neuromuskuler : troulsean tes +, chvostex’s sign +.
Pada otot jantung : arrytmia
Hypercalcemia —–peningkatan ca extrecell
Oleh karena :
Peningkatan absorsi ca git —- >> diet
Peningkatan pemecahan ca dari tulang : peningkatan sekresi pth, immobilisasi >>>, kanker tulang
Penurunan exkresi ca pada renal asidosis
Penurunan permiabilitas dan irritabilitas jaringan saraf dan otot
Penurunan aktivitas otot dan saraf —- penurunan tonus otot
Otot polos git —- distensi abdomen, kembung, konstipasi, nausea, vomiting.
Penurunan fungsi saraf : lethargy, kelemahan, penurunan reflex normal >
Kecuali pada otot jantung —- peningkatan rangsang jantung —- peningkatan cardiac output & bp jika >>> —- arrytmia. Penurunan pompa jantung —- penurunan BP.
Peningkatan ca extracell / plasma —- peningkatan deposit ca pada jaringan lunak — batu ginjal, renal failure.
Kala II
TANDA- TANDA BAHAYA
Keluar air ketuban sebelum waktunya keluar dari jalan lahir ( Ketuban Pecah dini, silahkan lihat postingan saya sebelumnya, membahas lebih lengkap tentang Ketuban Pecah dini).
Gerakan janin kurang atau tidak ada
Demam
Nyeri hebat di perut
Sakit kepala
Air kencing keruh
Kaki bengkak, nyeri daerah ulu hati.
Diagnosis:
Persalinan kala II ditegakkan dengan melakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan pembukaan sudah lengkap atau kepala janin sudah tampak di vulva dengan diameter 5-6 cm.
Penanganan:
- Memberikan dukungan terus menerus kepada ibu dengan: mendampingi ibu agar merasa nyaman. Menawarkan minum, mengipasi dan memijat ibu.
- Menjaga kebersihan diri: Ibu tetap dijaga kebersihannya agar terhindar dari infeksi. Jika ada darah lendir atau cairan ketuban segera dibersihkan.
- Mengipasi dan masase untuk menambah kenyamanan bagi ibu
- Memberikan dukungan mental untuk mengurangi kecemasan atau ketakutan ibu, dengan cara: menjaga privasi ibu, penjelasan tentang proses dan kemajuan persalinan, penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan dan keterlibatan ibu.
- Mengatur posisi ibu. Dalam membimbing mengedan dapat dipilih posisi berikut: jongkok, menungging, tidur miring, setengah duduk. Posisi tegak ada kaitannya dengan berkurangnya rasa nyeri, mudah mengedan, kurangnya trauma vagina dan perineum dan infeksi.
- Menjaga kandung kemih tetap kosong, ibu dianjurkan berkemih sesering mungkin
- Memberikan cukup minum: memberi tenaga, dan mencegah dehidrasi
Posisi Ibu Saat Meneran:
- Bantu ibu untuk memperoleh posisi yang paling nyaman baginya. Setiap posisi memiliki keuntungannya masing-masing, misalnya posisi setengah duduk dapat membantu turunnya kepala janin jika persalinan berjalan lambat.
- Ibu dibimbing mengedan selama his, anjurkan kepada ibu untuk mengambil nafas. Mengedan tanpa diselingi bernafas, kemungkinan dapat menurunkan pH pada arteri umbilikus yang dapat menyebabkan denyut jantung tidak normal dan nilai Apgar rendah. Minta ibu bernafas selagi kontraksi ketika kepala akan lahir. Hal ini menjaga agar perineum meregang pelan dan mengontrol lahirnya kepala serta mencegah robekan.
- Periksa DJJ pada saat kontraksi dan setelah setiap kontraksi untuk memastikan janin tidak mengalami bradikardi.
Kemajuan Persalinan dalam Kala II:
- Temuan berikut menunjukkan kemajuan yang cukup baik pada persalinan kala II: penurunan yang teratur dari janin di jalan lahir, dimulainya fase pengeluaran
- Temuan berikut menunjukkan kemajuan yang kurang baik pada persalinan tahap kedua: tidak turunnya janin dijalan lahir, gagalnya pengeluaran pada fase akhir.
Kelahiran Kepala Bayi:
- Mintalah ibu mengedan atau memberikan sedikit dorongan saat kepala bayi lahir
- Letakkan satu tangan ke kepala bayi agar defleksi tdak terlalu cepat
- Menahan perineum dengan satu tangan lainnya jika diperlukan
- Mengusap muka bayi untuk membersihkannya dari kotoran lendir/darah
- Periksa tali pusat: Jika tali pusat mengelilingi leher bayi dan terlihat longgar, selipkan tali pusat melalui kepala bayi. Jika lilitan tali pusat terlalu ketat, tali pusat diklem pada dua tempat kemudian digunting diantara kedua klem tersebut, sambil melindungi leher bayi.
Kelahiran Bahu dan Anggota Seluruhnya:
- Biarkan kepala bayi berputar dengan sendirinya
- Tempatkan kedua tangan pada sisi kepala dan leher bayi
- Lakukan tarikan lembut kebawah untuk melahirkan bahu depan
- Lakukan tarikan lembut keatas untuk melahirkan bahu belakang
- Selipkan satu tangan Anda ke bahu dan lengan bagian belakangbayi sambil menyangga kepala dan selipkan satu tangan lainnya ke punggung bayi untuk mengeluarkan tubuh bayi seluruhnya
- Letakkan bayi tersebut diatas perut ibunya
- Secara menyeluruh, keringkan bayi, bersihkan matanya, dan nilai pernafasan bayi. Jika bayi menangis atau bernafas, tinggalkan bayi tersebut bersama ibunya
- Jika bayi tidak bernafas dalam waktu 30 detik, mintalah bantuan, dan segera mulai resusitasi bayi
- Klem dan potong tali pusat
- Pastikan bahwa bayi tetap hangat dan memiliki kontak kulit dengan kulit pada dada si ibu. Bungkus bayi dengan kain yang halus dan kering, tutup dengan selimut, dan pastikan kepala bayi terlindung dengan baik untuk menghindari hilangnya panas tubuh.
Depresi setelah Persalinan
Diposting oleh wawan sp di 08.23Satu dari delapan ibu yang melahirkan pertama kali akan mengalami depresi setelah persalinan dan pada mereka yang telah mengalami hal ini sebelumnya akan mempunyai risiko satu dari empat persalinan untuk mengalami hal yang serupa. Gangguan ini sebelumnya tidaklah umum terjadi pada masyarakat yang memiliki konsep budaya timur, namun belakangan hal ini makin banyak dialami ibu-ibu yang melahirkan dan angka kejadiannya pun mendekati apa yang terjadi di barat.
SELAMA masa postpartum, sekitar 85 persen perempuan akan mengalami berbagai macam gangguan perasaan. Gangguan yang ditimbulkan antara lain postpartum blues, depresi pasca-persalinan hingga psikotik. Kebanyakan dari mereka merasakan gejala yang terjadi tidak terlalu mengganggu atau ringan, namun sebagian lagi merasakan hal tersebut sebagai suatu gangguan yang menetap. Depresi sering merupakan gejala yang kurang mendapat perhatian oleh penderita maupun oleh mereka yang merawatnya. Gangguan ini memberikan dampak yang sangat signifikan baik bagi si ibu maupun pada perkembangan dan perilaku anak nantinya. Untuk itu pengenalan dan penanganan gangguan secara dini adalah sangat esensial.
Etiologi
Gangguan depresi pasca-persalinan baru mendapatkan perhatian pada tahun 1960-an setelah B. Pitt mendiskripsikan adanya suatu bentuk depresi atipikal yang mempengaruhi ibu setelah anak lahir. Pasca-persalinan sendiri merupakan periode dimana terjadi perubahan fisiologis dan psikososial yang signifikan. Kompleks dan banyaknya faktor yang berperanan dalam perubahan ini menyebabkan sulitnya mengidentifikasi faktor risiko dan kemungkinan orang yang akan mengalami gangguan tersebut.
Secara demografi, sangat sedikit bukti yang dapat menunjukkan faktor demografi tertentu mempunyai peranan meningkatkan risiko terjadinya gangguan ini. Namun demikian dikatakan bahwa ibu yang berusia remaja mempunyai kecenderungan lebih tinggi (26%) mengalami gangguan. Adanya riwayat penyakit psikiatri sebelumnya merupakan suatu risiko yang signifikan untuk terjadi serangan ulangan, dimana untuk mereka yang mengalami gangguan depresi pasca-persalinan akan mengalami risiko hingga 50% pada proses persalinan berikutnya.
Banyak ahli kini memandang bahwa faktor hormonal sangat berperanan dalam menimbulkan gangguan ini. Hal ini dipandang berperanan karena masa pasca-persalinan memiliki karakteristik terjadinya perubahan hormonal yang sangat cepat. Dalam 48 jam pertama setelah melahirkan, hormon estrogen dan progesteron turun secara dramatis, demikian juga dengan konsentrasi kortisol yang turun setelah proses melahirkan. Selain itu, hormon tiroid juga mengalami penurunan dimana konsentrasi tiroksin yang tinggi pada masa kehamilan akan mengalami penurunan selama pasca-persalinan. Sementara itu, faktor psikososial dipandang memainkan peran penting, dimana terlihat bahwa hidup yang penuh beban selama masa mengandung atau pada saat akan melahirkan meningkatkan terjadinya gangguan depresi pasca-persalinan. Satu hal yang sangat konsisten adalah pada mereka yang melaporkan perkawinan yang tidak memuaskan atau dukungan sosial yang tidak memadai mengalami gangguan ini lebih banyak. Hal ini pulalah yang dipandang sebagai faktor yang menyebabkan mereka yang memiliki dukungan keluarga dan lingkungan yang memadai tidak akan mengalami gangguan ini, seperti yang terjadi pada masyarakat Bali, melalui upacara, pertunjukan dan dukungan kelompok-kelompok di masyarakat. Untuk itu diharapkan selama sembilan bulan mengandung merupakan proses bertapa baik bagi suami maupun istri sehingga dalam proses kelahiran nantinya suasana tenang dan penuh pengharapan akan mencegah terjadinya lonjakan perubahan baik fisiologis maupun psikososial.
Manifestasi Klinik
Penegakan diagnosa dinilai dalam waktu 4 minggu pertama setelah proses kelahiran, namun ada juga yang menilai bahwa gangguan pasca-persalinan ini merupakan episode yang terjadi dalam satu tahun pertama setelah anak lahir. Namun demikian, banyak dari mereka yang tidak terdiagnosa karena kurangnya perhatian atau terabaikan baik oleh penderita maupun oleh mereka yang merawatnya. Gangguan depresi yang tidak tertangani akan memberikan konstribusi pada gangguan yang sifatnya kronis dan berulang pada si ibu. Selain itu juga memberikan dampak pada fungsi kognisi, emosi dan perkembangan sosial pada anak.
Gangguan depresi pasca-persalinan merupakan hal yang umum terjadi selama masa pasca-persalinan dengan angka paparan 10%-15%. Angka kejadian ini hampir sama pada mereka yang tidak mengalami proses persalinan. Demikian juga dengan tanda dan gejala yang ditimbulkan memiliki kesamaan dengan apa yang dialami pada masa yang lain. Perasaan tidak nyaman atau menyenangkan (dysphoria), iritabel, kehilangan minat akan hal-hal yang menyenangkan (anhedonia), insomnia dan kelelahan merupakan keluhan yang umumnya dilaporkan selain keluhan somatik lainnya.
Sikap ambivalensi dan perasaan negatif terhadap bayi juga sering dilaporkan dan biasanya mereka juga sering mengekspresikan keraguan atau ketidakmampuan mereka dalam mengurus anaknya. Ide-ide bunuh diri juga sering dilaporkan meskipun angka kejadian bunuh diri pada mereka yang mengalami gangguan ini tercatat sangat rendah. Gejala kecemasan menyeluruh, gangguan panik, dan gangguan obsesif-kompulsif sering didapatkan pada mereka dengan gangguan depresi pasca-persalinan.
Penanganan
Durasi dari masa pasca-persalinan adalah bervariasi pada setiap orang, biasanya tidak lebih dari 3 bulan. Meskipun hal ini merupakan hal yang umum terjadi pada setiap orang, namun beberapa penelitian menunjukkan adanya efikasi dari penanganan dengan nonfarmakologis dan secara farmakologis.
Pada penanganan dengan obat-obatan yang perlu mendapatkan perhatian adalah respons penderita akan obat yang diberikan dan efek samping yang ditimbulkan. Walaupun pada dasarnya semua antidepresan pada dosis standar bersifat efektif dan memiliki toleransi yang baik. Hal lainnya yang perlu mendapatkan perhatian adalah pemberian obat ini juga akan disekresi melalui ASI. Golongan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) merupakan pilihan pertama karena sifat anxiolitik, non sedasi dan toleransinya yang baik. Selain itu, terapi hormonal juga menjadi suatu bentuk terapi yang dipandang dapat membantu meskipun masih tidak jelas siapa yang mempunyai respons yang baik pada terapi hormonal ini. Sehingga pada kasus yang sedang dan berat, pilihan pertama untuk terapi secara farmakologis adalah antidepresan. Untuk terapi nonfarmakologis yang banyak digunakan adalah terapi interpersonal dan cognitive-behaviour therapy. Menurut Suryani (1998), penanganan yang terbaik adalah perlu dilakukannya suatu program holistik dengan pendekatan bio-psiko-spirit-sosiobudaya. Program ini melibatkan janin, ibu dan bapak dari janin, lingkungan sekitar, serta dokter dan bidan yang mengasuhnya sehingga kebutuhan dasar janin dalam kandungan seperti kebutuhan dicintai, diharapkan, rasa aman dan tenang dapat terpenuhi. Selain itu meditasi dan relaksasi adalah salah satu program yang dapat diberikan pada orang tua yang ingin dan sedang mempunyai janin dalam kandungan dengan tujuan melatih orangtua agar mampu mengontrol emosinya, mengadakan komunikasi spiritual dengan janin dalam kandungan, dan mengantarkan ibu selalu sehat.
Latihan relaksasi khususnya, menurut Suryani, bertujuan selain menghilangkan rasa capek juga melatih ibu yang mengandung dapat tidur nyenyak. Dalam keadaan tidur nyenyak, akan tercapai keadaan homeostatis sehingga sistem hormonal dan daya tahan tubuh dapat mempengaruhi keadaan janin dan secara otomatis proses pengobatan oleh diri sendiri berfungsi. Sehingga dalam proses kelahiran nantinya tidak akan menimbulkan lonjakan perubahan sistem hormonal yang dapat menimbulkan terjadinya gangguan depresi pasca-trauma.
Langganan:
Postingan (Atom)